Belum Ada Keputusan Resmi, Trayek Kapal Cepat Bali-KLU Tetap Melalui Bangsal
- 31 Mei 2026 22:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan operasional kapal cepat (fast boat) dari Bali menuju kawasan wisata di Lombok Utara masih akan berpusat di Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang. Hingga kini, belum ada rencana resmi maupun keputusan dari otoritas pelabuhan terkait pemindahan trayek ke Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat.
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budi Astuti, mengatakan informasi mengenai kemungkinan pengalihan trayek kapal cepat ke Senggigi masih sebatas wacana yang belum pernah dibahas secara formal oleh pihak terkait.
Menurutnya, pihak Dinas Pariwisata telah berkoordinasi dengan Syahbandar Pemenang yang membawahi wilayah operasional Bangsal dan Senggigi. Hasil koordinasi tersebut menunjukkan belum adanya agenda pemindahan trayek dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak Syahbandar Pemenang yang juga membawahi wilayah Senggigi. Untuk saat ini hingga beberapa tahun ke depan, belum ada rencana pemindahan trayek,” ujar Dende, Sabtu 30 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa perubahan jalur transportasi laut wisata memerlukan perencanaan matang, terutama terkait kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan. Selain fasilitas sandar kapal, aspek pelayanan penumpang dan pengelolaan arus wisatawan juga menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan.
Menurut Dende, Pelabuhan Bangsal saat ini masih menjadi titik keberangkatan dan kedatangan yang paling siap melayani aktivitas kapal cepat dengan intensitas tinggi, terutama untuk rute yang menghubungkan Bali dengan kawasan Gili Tramena dan destinasi wisata lainnya di Lombok Utara.
“Pertanyaannya, sudah siapkah infrastruktur di sana menerima sekian banyak kapal cepat? Bagaimana pelayanan penumpangnya? Realitasnya, saat ini hanya Bangsal yang paling siap,” katanya.
Pelabuhan Bangsal selama ini menjadi salah satu simpul utama mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Keberadaan pelabuhan tersebut juga dinilai strategis karena terintegrasi dengan jalur transportasi menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Lombok Utara.
Meski isu pemindahan trayek terus berkembang, Pemkab KLU menegaskan akan tetap mengacu pada keputusan resmi dari instansi berwenang dan tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan perubahan kebijakan yang belum memiliki dasar hukum maupun kajian teknis yang jelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....