CDC Bulog Manggelewa Bikin Harga Jagung Dompu Stabil

  • 30 Mei 2026 10:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Petani jagung di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengaku bersyukur atas beroperasinya Corn Drying Center (CDC) milik Bulog di Kecamatan Manggelewa. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai mampu menjadi penyeimbang pasar dan menekan praktik permainan harga oleh tengkulak maupun pengusaha swasta.

CDC Manggelewa yang dibangun sejak tahun 2020 itu resmi mulai beroperasi pada tahun 2024. Kini, fasilitas milik Bulog tersebut menjadi kompetitor kuat bagi perusahaan swasta yang lebih dulu memiliki CDC di wilayah Dompu.

Supriyamin, salah seorang petani jagung di Dompu, mengatakan keberadaan CDC Bulog membawa dampak positif bagi petani karena harga jagung menjadi lebih stabil dan mengikuti Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

“Dengan adanya Bulog, pengusaha swasta terpaksa mengikuti harga pemerintah. Jadi harga tidak lagi dimainkan tengkulak seperti sebelumnya,” ujarnya, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurutnya, meski Bulog menerapkan aturan administrasi yang cukup ketat, seperti kewajiban memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), hal itu tidak menyurutkan minat petani menjual jagung ke Bulog.

Ia mengaku sebagian besar petani di Dompu memang belum memiliki NPWP. Namun, proses transaksi tetap lebih mudah karena cukup menggunakan padanan data KTP.

“Petani sekarang merasa lebih mudah. Walaupun belum punya NPWP, tetap bisa dibantu melalui padanan KTP,” katanya.

Sementara itu, Manager CDC Manggelewa, Ikhsan, mengatakan fasilitas yang dimiliki Bulog tersebut memiliki tiga silo dengan kapasitas masing-masing 3 ribu ton. Dengan demikian, total kapasitas tampung mencapai 9 ribu ton.

Selain silo, Bulog juga telah menyiapkan sejumlah gudang tambahan, termasuk gudang sewa, untuk mengantisipasi tingginya produksi jagung di Kabupaten Dompu.

“Petani tidak perlu khawatir. Gudang sudah kami siapkan, termasuk gudang sewa. Berapa pun produksi jagung Dompu, kami upayakan mampu diserap Bulog,” jelasnya.

Bulog Regional Bima yang membawahi wilayah Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima, tahun ini mengalokasikan target serapan jagung untuk Kabupaten Dompu sebanyak 19.600 ton. Jagung petani dibeli dengan harga sesuai HAP pemerintah sebesar Rp6.400 per kilogram.

Namun, terdapat sejumlah persyaratan kualitas yang harus dipenuhi agar jagung dapat diterima dengan harga tersebut. Persyaratan itu meliputi kadar air maksimal 14 persen, kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb, serta dikemas menggunakan karung baru berkapasitas 70 kilogram.

Jagung dengan spesifikasi tersebut dapat langsung disimpan tanpa perlu melalui proses lanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....