Distan Temukan Penyakit Kulit pada Hewan Kurban di Mataram
- 26 Mei 2026 19:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram-Tim Kesehatan Hewan Kurban Dinas Pertanian Kota Mataram menemukan puluhan hewan kurban berpenyakit kulit dan sejumlah ternak yang belum memenuhi syarat kurban saat inspeksi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Pemeriksaan dilakukan di 58 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di Kota Mataram sejak 12 Mei 2026.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hapiludin, mengatakan tim menemukan sekitar 15 hingga 20 ekor ternak mengalami penyakit kulit atau skabies serta lima ekor ternak mengidap gangguan mata.
“Temuan di lapangan langsung kami tangani. Untuk penyakit kulit diberikan obat semprot agar tidak menular, sedangkan penyakit mata diberikan obat tetes,” ujarnya Selasa 26 Mei 2026.
Menurut Hapiludin, penyakit kulit pada ternak umumnya dipicu kebersihan kandang yang kurang terjaga selama proses penampungan dan penjualan hewan kurban.
Meski demikian, Distan memastikan penyakit tersebut tidak membahayakan secara fatal dan masih bisa ditangani cepat oleh petugas kesehatan hewan.
Sebagai langkah pencegahan, petugas langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lapak-lapak penjualan serta pengobatan terhadap hewan yang menunjukkan gejala penyakit.
Sementara itu, untuk penyakit menular berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku, Distan memastikan belum ditemukan kasus di Kota Mataram.
“Kami pastikan sejauh ini tidak ada temuan PMK maupun penyakit menular berbahaya lainnya,” kata Hapiludin.
Selain temuan penyakit, petugas juga menemukan 15 ekor hewan yang belum memenuhi syarat umur kurban. Untuk mencegah pembeli salah memilih, pedagang diminta memisahkan ternak layak kurban dengan ternak yang belum cukup umur.
"Menurut pengakuan pedagang, ternak yang belum memenuhi syarat tersebut dijual untuk kebutuhan konsumsi biasa atau sedekah, bukan untuk kurban Idul Adha." Ujarnya.
Jumlah lapak penjualan hewan kurban di Kota Mataram tahun ini tercatat sebanyak 58 titik. Angka itu menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 65 lapak.
"Pemeriksaan kesehatan hewan terus diperketat guna mencegah peredaran ternak sakit sekaligus memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat memenuhi syarat kesehatan dan syariat." katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....