Siswi di Bima Jadi Korban Gigitan Anjing Rabies

  • 04 Jun 2026 13:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) kembali terjadi di Kabupaten Bima. Seorang siswi berusia delapan tahun di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, menjadi korban serangan anjing yang diduga terinfeksi rabies saat hendak berangkat ke sekolah.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WITA di RT 015 Desa Ntonggu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda menerangkan, korban diketahui bernama Cahaya Bulan (8). Saat itu, korban sedang berjalan kaki menuju sekolahnya.

"Saat itu tiba-tiba seekor anjing muncul dan langsung menyerang serta menggigit bagian pipi kanan korban," kata Nurul Huda, Kamis 4 Juni 2026.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada petugas kesehatan. Tim medis kemudian melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 hingga 20 menit, pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR), perawatan luka, hingga pemberian obat oral.

Selain itu, petugas kesehatan juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemantauan terhadap hewan yang diduga menjadi sumber penularan rabies.

Hingga saat ini kondisi korban dilaporkan stabil dan masih menjalani perawatan di rumah bersama keluarganya.

"Tim medis dari Puskesmas Palibelo terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kondisi korban," katanya.

Nurul Huda menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus mengantisipasi penyebaran rabies di wilayah tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman rabies. Apabila terjadi gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies, segera lakukan pertolongan pertama dengan mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Nurul Huda.

Ia menambahkan, ketersediaan vaksin rabies untuk hewan menjadi salah satu kebutuhan mendesak dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.

"Karena itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar penanganan dan pencegahan rabies dapat berjalan maksimal," ucapnya menegaskan.

BPBD Kabupaten Bima juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies, seperti bersikap agresif, menggigit tanpa sebab, mengeluarkan air liur berlebihan, atau mengalami perubahan perilaku yang tidak normal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....