DPRD Loteng Desak Pemda Bangun Rumah Aman untuk Korban Kekerasan Seksual

  • 26 Mei 2026 08:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Kasus asusila dan kekerasan seksual yang kian marak di Lombok Tengah kembali mendapat sorotan. DPRD Lombok Tengah meminta pemerintah daerah segera membangun shelter atau rumah aman sebagai tempat pemulihan bagi para korban. Desakan ini mencuat menyusul kasus dugaan asusila di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Pujut yang menyebabkan empat orang menjadi korban.

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Nurul Adha mengatakan, usulan pembangunan rumah aman sebenarnya sudah lama direkomendasikan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum direalisasikan.

Menurutnya, keberadaan shelter sangat penting untuk memberikan perlindungan dan pemulihan psikologis bagi korban kasus kekerasan maupun asusila. Ia menilai biaya pembangunan rumah aman tidak terlalu besar dibanding manfaat yang akan dirasakan masyarakat.

“Ini sebenarnya sudah kami rekomendasikan sejak lama, hanya saja belum digubris. Harapannya setelah adanya kasus baru ini, pemerintah daerah segera merealisasikannya. Biayanya juga tidak terlalu mahal hanya untuk membangun shelter,” ujarnya belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Firman Wijaya mengaku prihatin atas terjadinya kasus asusila di lingkungan pondok pesantren yang selama ini dikenal sebagai tempat anak-anak menimba ilmu dan pendidikan agama. Menurutnya, tindakan oknum tersebut berpotensi mencoreng nama baik lembaga pendidikan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan segera berdiskusi dengan tokoh agama, Kementerian Agama, serta para pengasuh pondok pesantren guna memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Selain itu, pihaknya juga berencana mengajukan formasi CPNS untuk tenaga psikolog klinis guna memperkuat penanganan kasus kekerasan seksual dan asusila, termasuk dalam pendampingan dan pemulihan korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....