Satgas Pangan NTB Pantau Gerakan Pangan Murah di Lombok tengah jelang HBKN 2026

  • 26 Mei 2026 08:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Satgas Pangan NTB melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor Camat Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Senin 25 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting) sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Adha dan Tri Suci Waisak 2026.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTB, perwakilan Perum Bulog Kanwil NTB, personel Satgas Pangan Polda NTB, Satgas Pangan Polres Lombok Tengah, Camat Praya Barat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta ratusan masyarakat yang antusias memanfaatkan program tersebut.

Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol. FX Endriadi, S.I.K., melalui Kasubdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Moh. Nasrullah, S.I.K., mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk sinergi pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang HBKN,” ujar Kompol Moh. Nasrullah.

(Foto Humas Polda NTB)

Selain menyediakan bahan pangan murah, Satgas Pangan NTB juga melakukan pengecekan langsung terhadap stok dan harga sejumlah komoditas penting guna memastikan pasokan tetap aman di pasaran.

“Kami juga melakukan monitoring stok dan harga untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga masih sesuai ketentuan pemerintah,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok bahan pokok di wilayah Praya Barat dipastikan masih mencukupi. Harga sejumlah komoditas pun terpantau stabil dan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dalam kegiatan GPM tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasar, di antaranya bawang merah Rp38 ribu per kilogram, bawang putih Rp28 ribu per kilogram, beras SPHP Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram, Minyak Kita Rp15,5 ribu per liter, telur ayam Rp51 ribu per trai, gula pasir Rp17,5 ribu per kilogram, serta tomat Rp8 ribu per kilogram.

Menurut Kompol Nasrullah, harga bahan pokok di GPM rata-rata lebih murah sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram dibanding harga di pasaran umum.

Program Gerakan Pangan Murah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.

Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, khususnya menjelang hari besar keagamaan, guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas pangan di NTB tetap aman dan terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....