AI Canggih Disebut Tak Akan Pernah Gantikan Dongeng Manusia

  • 23 Mei 2026 22:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Gelombang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif ternyata tidak membuat seni bercerita kehilangan tempat di hati manusia. Pesan kuat itu disampaikan pendongeng nasional, Danang, saat menghadiri kegiatan literasi di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat, Sabtu, 23 Mei 2026.

Di hadapan para guru dan peserta literasi, Danang menegaskan bahwa cerita yang disampaikan langsung oleh manusia akan tetap hidup meski teknologi berkembang sangat cepat.

“Untuk sampai akhir kiamat pun, bercerita itu tidak akan hilang walaupun ada AI dan teknologi. Cerita akan tetap hidup ketika disampaikan secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang mampu menghadirkan cerita dalam bentuk visual dan audio yang menarik. Namun, AI dinilai tidak mampu menghadirkan sentuhan emosional layaknya manusia saat menyampaikan cerita.

“AI itu tidak punya hati, sedangkan manusia punya hati. Ketika manusia menyampaikan cerita dengan hati dan dengan enam jurus yang saya sampaikan tadi, hasilnya akan sangat berbeda dibandingkan AI,” katanya menegaskan.

Danang menjelaskan, anak-anak zaman sekarang memang lebih banyak menikmati cerita melalui telepon genggam yang sudah dipadukan dengan suara dan gambar berbasis AI. Namun, ia menilai hubungan emosional tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi secanggih apa pun.

“Kita lihat sekarang anak-anak lebih banyak mendengar cerita lewat handphone. Sudah ada suara, gambar, bahkan AI. Tapi tetap tidak punya hati,” ucapnya.

Ia mencontohkan bagaimana ikatan batin antara orang tua dan anak terbentuk melalui cerita sederhana sebelum tidur. Momen itu, menurutnya, menjadi ruang emosional yang tidak bisa digantikan perangkat digital.

“Kalau ayah atau bunda bercerita sebelum anak tidur, di situ ada kasih sayang dan bonding antara anak dengan orang tua. Itu yang membedakan dan tidak akan pernah hilang,” katanya.

Tak hanya bagi keluarga, kemampuan bercerita juga dinilai penting dimiliki para guru di sekolah. Danang menyebut murid cenderung menyukai guru yang mampu menghadirkan pembelajaran melalui cerita yang menarik.

“Bu guru harus pintar bercerita, pak guru juga harus pintar bercerita. Murid paling suka dengan guru yang bisa bercerita,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada dasarnya manusia memang diciptakan menyukai cerita dan senang berbagi kisah. Karena itu, kemampuan menyampaikan cerita perlu terus diasah agar pesan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak maupun peserta didik.

“Manusia itu sunatullahnya suka mendengar cerita dan suka bercerita. Tinggal bagaimana cara mengembangkan dan menyampaikan cerita itu dengan baik,” katanya.

Danang juga membuka peluang pelatihan lanjutan bagi para guru di Lombok Barat agar kemampuan mendongeng dan literasi dapat terus berkembang di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Bagi guru-guru yang belum mendapatkan materi tadi, insya Allah ke depan kita akan adakan lagi kegiatan di Perpustakaan Daerah Lombok Barat,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....