Disdik Mataram Soroti Biaya Perpisahan yang Membebani Orang Tua

  • 23 Mei 2026 10:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mulai menyoroti maraknya biaya kegiatan perpisahan siswa yang dinilai berpotensi membebani orang tua, terutama bagi keluarga yang sedang mempersiapkan anak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdik Kota Mataram, Lalu Martawang menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan pendidikan siswa agar tidak terhambat persoalan biaya kegiatan seremonial sekolah.

“Prioritas kami adalah memastikan anak-anak bisa melanjutkan pendidikan secara berkelanjutan. Jangan sampai siswa SD terbebani masuk SMP, atau siswa SMP kesulitan melanjutkan ke SMA hanya karena biaya-biaya tambahan,” ujarnya.Jumat 22 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan menyusul munculnya keresahan sejumlah orang tua terkait biaya acara perpisahan siswa kelas akhir yang belakangan dinilai semakin mahal, bahkan ada yang dilaksanakan di hotel dengan berbagai rangkaian kegiatan seremonial.

Menurut Martawang, Disdik dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan bersama seluruh kepala sekolah untuk membahas persoalan tersebut sekaligus mencari solusi terbaik agar kegiatan sekolah tidak menimbulkan beban sosial maupun ekonomi bagi wali murid.

“Kami ingin memastikan kegiatan sekolah tidak boleh memberatkan orang tua dan tidak membuat anak-anak merasa terbebani secara psikologis,” katanya.

Ia menilai, semangat utama dunia pendidikan bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjaga keberlanjutan pendidikan anak. Karena itu, pihaknya akan mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kebersamaan dalam setiap kegiatan sekolah.

“Yang paling penting adalah sustainabilitas pendidikan. Jangan sampai ada sekat antara siswa yang mampu dan tidak mampu hanya karena kegiatan perpisahan,” tegasnya.

Martawang juga mengingatkan agar sekolah memiliki sensitivitas sosial terhadap kondisi ekonomi wali murid. Menurutnya, orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap siswa lain yang kurang mampu.

“Jangan sampai ada siswa yang merasa tersisih karena kondisi ekonomi keluarganya. Pendidikan harus menjadi ruang yang setara bagi semua anak,” ujarnya.

Terkait kemungkinan penerbitan surat edaran khusus mengenai pelaksanaan perpisahan sekolah, Martawang mengatakan hal itu masih akan dibahas bersama para kepala sekolah dalam pertemuan mendatang.

“Nanti kami bicarakan bersama kepala sekolah. Prinsip dasarnya tetap sama, yaitu tidak boleh memberatkan anak maupun orang tua,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....