Pemprov NTB Matangkan Persiapan Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H
- 22 Mei 2026 15:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur NTB, Jumat 22 Mei 2026.
Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Dr. H. Fathul Ghani, M.Si., didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.M. Fokus pembahasan mencakup kesiapan teknis pelaksanaan Shalat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora agar berlangsung tertib, aman, nyaman, dan khidmat.
Dalam arahannya, Fathul Ghani menekankan pentingnya evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya, khususnya terkait penataan jamaah dan kerapian shaf.
“Kami meminta agar menjelang pelaksanaan shalat, jamaah laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan baik serta shaf dirapikan. Hal ini penting agar suasana ibadah menjadi lebih nyaman dan khusyuk,” ujarnya.
Pemprov NTB juga menyiapkan langkah antisipasi apabila cuaca buruk terjadi saat pelaksanaan. Jika hujan turun, lokasi Shalat Id akan dipindahkan ke Islamic Center Mataram.
Untuk mendukung kenyamanan jamaah, seluruh organisasi perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi, mulai dari pengaturan lalu lintas, penyediaan toilet dan tempat wudhu portable, hingga menjaga kebersihan area sebelum dan sesudah kegiatan.
Pengamanan turut menjadi perhatian utama. Satpol PP Provinsi NTB akan bersinergi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan dalam pengamanan serta pengaturan mobilitas jamaah. Sebagai persiapan awal, survei lokasi dijadwalkan berlangsung Selasa mendatang yang dirangkaikan dengan gotong royong dan bersih-bersih area lapangan.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Amir, menjelaskan bahwa pemilihan Lapangan Bumi Gora sebagai lokasi Shalat Id merupakan arahan langsung Gubernur NTB dengan persiapan yang telah dilakukan sejak satu bulan terakhir.
Menurutnya, pelaksanaan Shalat Id di lapangan terbuka tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memiliki makna syariat, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
“Lapangan terbuka menjadi ruang ibadah yang mampu menampung lebih banyak jamaah dan menghadirkan suasana syiar Islam yang lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Shalat Id di kawasan pusat pemerintahan juga menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan nilai-nilai religius masyarakat NTB yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.
Selain itu, momentum Idul Adha dinilai menjadi ruang memperkuat kohesi sosial karena seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul tanpa sekat dalam satu hamparan sajadah yang sama.
“Ini adalah refleksi indah tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT sekaligus momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov NTB juga menetapkan petugas Shalat Idul Adha 1447 H, yakni Khatib TGH. Muslihuddin Mustaqim, M.Pd.I dan Imam Dr. TGH. Sabaruddin Abdurrahman.
Selain itu, pembagian tugas teknis juga telah ditetapkan. Biro Umum dan Biro Adpim bertanggung jawab pada akomodasi pimpinan dan konsumsi VIP, Dinas Kominfotik menangani publikasi dan dokumentasi, Satpol PP bersama Kepolisian mengawal keamanan, Dinas Perhubungan mengatur rekayasa lalu lintas dan kantong parkir, sedangkan Dinas LHK memastikan kebersihan area lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....