Pemprov NTB Perketat Kurasi Produk Lokal Ditengah Maraknya Belanja Online
- 04 Sep 2026 13:20 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Layanan penjualan online juga diperkuat agar produk lokal NTB semakin mudah diakses dan mampu bersaing di pasar luas.
- Pemprov NTB memperketat kurasi produk lokal untuk memastikan kualitas, legalitas, dan keaslian produk yang diterima konsumen.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperketat kurasi produk lokal yang dipasarkan kepada konsumen di tengah semakin maraknya transaksi belanja online. Pemerintah memastikan produk kriya, wastra, hingga makanan yang dipasarkan melalui kanal resmi telah memenuhi standar kualitas dan keaslian.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Hukum untuk memastikan legalitas produk lokal. Langkah tersebut dilakukan agar konsumen memperoleh produk yang benar-benar berasal dari NTB dan memiliki kejelasan kualitas.
“Untuk memastikan konsumen menerima produk yang kalau kita bilang produk lokal kita asli, autentik,” kata Wiranata kepada RRI, Jumat 4 September 2026.
Menurut dia, prinsip autentik tidak hanya berlaku untuk produk kerajinan dan wastra, tetapi juga makanan. Produk pangan yang dipasarkan harus memperhatikan penggunaan bahan pengawet dan kualitas bahan baku.
"Kalau perlu murni organik,” ujarnya.
Wiranata mengatakan perlindungan konsumen juga dilakukan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen atau BPSK. Lembaga tersebut menjadi salah satu jalur penyelesaian apabila terjadi persoalan antara konsumen dan pelaku usaha.
Hingga kini, kata Wiranata, belum ada keluhan berarti dari konsumen terkait produk lokal yang dipasarkan melalui kanal Pemprov NTB. Salah satu penyebabnya adalah proses kurasi yang dilakukan sebelum produk dipasarkan.
“Karena lewat kanal kita ini sudah dikurasi semua produk lokal kita. Kita pastikan produknya berkualitas dan alhamdulillah belum ada keluhan sampai saat ini,” katanya.
Wiranata mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap perubahan pola belanja masyarakat. Produk lokal NTB kini juga dipasarkan melalui kanal digital sehingga konsumen tidak harus datang langsung ke lokasi penjualan.
“Ya kita kan bisa online juga. Ada pelayanan onlinenya juga kita siapkan. Segala platform juga kita pakai,” ujar dia.
Menurutnya, kanal digital bahkan telah membantu memperluas pasar produk NTB hingga ke luar daerah dan mancanegara. Ia mencontohkan permintaan produk untuk ekspor yang sebelumnya datang melalui media sosial Facebook.
Meski demikian, pengiriman produk kepada konsumen masih mengandalkan jasa kurir swasta. Pemprov NTB belum memiliki layanan kurir sendiri untuk mendukung distribusi produk lokal.
Produk yang dipasarkan melalui kanal pemerintah mencakup berbagai jenis komoditas, termasuk makanan ringan. Konsumen dapat memilih pembelian secara langsung maupun melalui platform digital.
Wiranata mengatakan tantangan terbesar pemerintah bukan sekadar meningkatkan penjualan, melainkan menjaga konsistensi kualitas produk lokal. “Yang kami paling khawatir kualitasnya. Membeli itu kan ramai,” kata dia.
Karena itu, proses kurasi akan terus diperkuat. Pelaku UMKM juga mulai memahami standar yang ditetapkan pemerintah sehingga mereka dapat menyesuaikan produk sebelum dipasarkan.
Menurut Wiranata, kurasi bukan dimaksudkan untuk mempersulit pelaku UMKM. Sebaliknya, proses tersebut menjadi sarana pembelajaran agar pelaku usaha mampu menyiapkan produk yang lebih baik dan memenuhi ekspektasi konsumen.
“Justru tidak memberatkan mereka, tapi membuat mereka belajar bagaimana menyiapkan produknya dengan baik,” ujarnya.
Pemprov NTB juga berencana melakukan survei kepuasan konsumen terhadap produk lokal yang dipasarkan melalui kanal pemerintah. Survei itu kemungkinan dilakukan pada awal 2027.
Wiranata mengajak masyarakat NTB lebih memilih produk lokal. Ia mengatakan kualitas produk NTB saat ini telah mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
“Belilah produk lokal kita. Kita pastikan produk lokal kita sekarang kualitasnya sudah setara dengan produk-produk yang dari luar,” kata Wiranata.
Ia juga meminta konsumen memilih produk yang benar-benar autentik NTB. Menurut dia, meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap produk lokal harus berjalan beriringan dengan jaminan kualitas.
Dengan kurasi yang semakin ketat, pemerintah berharap produk lokal NTB tidak hanya laris di pasar domestik, tetapi juga mampu bertahan dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....