Dosen Fakultas Pertanian Unram Dorong Pertanian Organik untuk Wujudkan SDGs

  • 20 Mei 2026 22:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Universitas Mataram melalui tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Pertanian terus mendorong penerapan pertanian organik di wilayah lahan kering sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya suhu permukaan bumi menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, terutama di wilayah lahan kering. Kondisi tersebut berdampak pada semakin luasnya area pertanian yang mengalami kekeringan dan gagal panen. Selain faktor cuaca ekstrem, alih fungsi lahan pertanian produktif juga menjadi persoalan yang mempersempit ruang produksi pangan masyarakat.

Situasi tersebut mendorong perlunya pemanfaatan lahan kering marginal sebagai alternatif pengembangan tanaman pangan. Namun, pengelolaan lahan kering membutuhkan pendekatan pertanian yang mampu menjaga kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi petani.

Di tengah tingginya harga pupuk kimia dan meningkatnya pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida sintetis, pertanian organik dinilai menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus ekonomis. Sistem pertanian organik juga dinilai mampu memanfaatkan sumber daya lokal, termasuk limbah pertanian dan bahan alami yang tersedia di sekitar lahan.

Kegiatan Penanaman Padi Gogo secara organik bersama Gapoktan Remaja Tani Desa Pengembur

Desa Pengembur menjadi salah satu wilayah yang menghadapi musim kemarau panjang setiap tahun serta belum memiliki jaringan irigasi teknis. Meski demikian, desa ini memiliki potensi pertanian yang cukup besar dengan keberadaan 24 kelompok tani aktif yang selama ini menjadi penggerak sektor pertanian desa.

Salah satu kelompok tani yang aktif terlibat dalam kegiatan tersebut ialah Kelompok Tani Remaja Tani yang dipimpin Pajarudin. Kelompok tersebut menjadi mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Unram di Desa Pengembur.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026, tim Fakultas Pertanian Unram memberikan pendampingan kepada para petani melalui sosialisasi, pelatihan, hingga demonstrasi lapangan terkait penerapan pertanian organik di lahan kering.

Dokumentasi kegiatan pengabdian pertanian organik di Desa Pengembur. (Foto: RRI/Sri).

Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari survei lapangan, identifikasi kebutuhan petani, hingga praktik langsung penerapan sistem pertanian organik. Kegiatan tersebut juga melibatkan partisipasi aktif petani dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi tiga tim pengabdian, masing-masing tim diketuai oleh Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, SP., MP. untuk budidaya padi beras merah Inpago Unram secara organik, Prof. Dr. Ir. I Wayan Sudika, MS. untuk budidaya jagung stay green dengan sistem tunggal dan sistem jajar legowo, serta Prof. Dr. Ir. Ruth Stella Thei, MS untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman dalam pertanian organik.

Melalui program tersebut, tim pengabdian berharap penerapan pertanian organik mampu menekan biaya produksi petani, mengurangi pencemaran lingkungan, menyediakan pangan sehat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain itu, penerapan sistem pertanian organik juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Melalui program ini, Desa Pengembur diharapkan dapat menjadi desa pelopor pertanian organik di Lombok Tengah dan menjadi contoh pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah lahan kering.

(Penulis: Ketua tim pengabdian untuk budidaya padi beras merah Inpago Unram secara organik, Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, SP., MP. Dosen Program Studi Agroekoteknologi, FP, UNRAM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....