Menjaga Tunas Bangsa, Ketua DPRD NTB Ajak Masyarakat Bangkitkan Masa Depan Daerah

  • 20 Mei 2026 13:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 tahun 2026 sebagai gerakan nyata untuk membangun generasi muda dan memperkuat masa depan daerah.

Dalam refleksinya memperingati Harkitnas yang jatuh setiap 20 Mei, Isvie menegaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’, sangat relevan bagi NTB. Masa depan bangsa harus dijaga sejak dari tunasnya, yaitu generasi muda yang hari ini sedang tumbuh di rumah, sekolah, kampus, pesantren, desa, hingga kota-kota di NTB,” ujarnya, Rabu 20 Mei 2026.

Menurutnya, menjaga tunas bangsa bukan sekadar melindungi generasi muda dari ancaman fisik, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dengan pendidikan, karakter, keterampilan, serta harapan terhadap masa depan.

Ia menilai NTB membutuhkan generasi yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja, menguasai teknologi, dan menghadirkan karya terbaik bagi bangsa.

“Kita tidak boleh membiarkan generasi muda tumbuh dengan mimpi yang kecil. Dari tanah NTB harus lahir pemimpin besar, ulama besar, pengusaha besar, ilmuwan, inovator, seniman, hingga atlet berprestasi yang mengharumkan Indonesia,” katanya.

Isvie juga menyoroti tantangan kebangkitan nasional di era modern yang menurutnya berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu bangsa Indonesia bangkit melawan penjajahan, kini masyarakat menghadapi tantangan kemiskinan, pengangguran, rendahnya literasi, ancaman narkoba, judi online, disinformasi, hingga persaingan global.

Karena itu, ia mendorong agar kebangkitan NTB diwujudkan secara konkret melalui penguatan pendidikan, ekonomi, pertanian, UMKM, pariwisata, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan.

“Kebangkitan tidak boleh berhenti pada slogan dan pidato. Harus ada kerja nyata dan keberanian mengambil peran,” jelasnya.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, DPRD, dunia pendidikan, tokoh agama, pelaku usaha, hingga anak muda untuk bersama-sama membangun daerah dan menjaga persatuan di tengah perubahan zaman.

Menurut Isvie, kedaulatan negara tidak hanya dijaga melalui pertahanan, tetapi juga melalui rakyat yang cerdas, ekonomi yang kuat, budaya yang hidup, serta generasi muda yang tidak mudah terpecah.

“Indonesia yang kuat lahir dari daerah-daerah yang kuat. Dan NTB harus menjadi salah satu kekuatan terbaik bagi Indonesia,” ucapnya.

Di akhir pesannya, Isvie mengajak seluruh masyarakat NTB menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum untuk bangkit dari rasa rendah diri, ketergantungan, dan perpecahan menuju daerah yang lebih maju dan bermartabat.

“Mari kita jaga tunas bangsa, kuatkan generasi, bangkitkan ekonomi, dan rawat persatuan. Dari NTB, kita rawat Indonesia. Dari NTB, kita bangkit bersama,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....