Creative Financing Antar Mataram Raih Pengakuan Nasional
- 19 Mei 2026 21:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram-Pemerintah Kota Mataram kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah menerima penghargaan kategori Creative Financing dalam ajang Malam Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku. Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Mohan Roliskana dari Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda, disaksikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Penghargaan itu menjadi pengakuan atas transformasi tata kelola fiskal yang selama dua tahun terakhir dijalankan Pemkot Mataram melalui sistem e-Budgeting berbasis teknologi informasi. Sistem tersebut dinilai mampu mempercepat proses perencanaan dan pengawasan anggaran sekaligus menekan potensi kebocoran anggaran hingga 12 persen.
Dalam sambutannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah daerah saat ini tidak lagi hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dimiliki, melainkan dari kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
| Baca juga: KPK Pilih Mataram Jadi Titik Awal JNBA 2026 |
“Daerah yang berhasil hari ini adalah daerah yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan rakyat. Kota Mataram menunjukkan bagaimana pengelolaan fiskal yang sehat mampu menjadi fondasi pembangunan yang inklusif,” ujar Tito, Selasa Malam 19 Mei 2026.
Senada dengan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyebut Kota Mataram berhasil membangun keseimbangan antara inovasi fiskal dan intervensi sosial yang efektif. Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat pembangunan berbasis kolaborasi dan keterlibatan masyarakat.
“Kota Mataram hari ini menjadi benchmark bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi antara inovasi fiskal dan intervensi sosial yang efektif. Prestasi ini membuktikan bahwa kerja pemerintah daerah yang terukur, konsisten, dan melibatkan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata,” ungkap Iqbal.
Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak daerah, pendekatan creative financing dinilai menjadi strategi penting agar setiap alokasi APBD dapat lebih produktif dan tepat sasaran. Pendekatan itu diterapkan Pemkot Mataram untuk mendukung pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga perlindungan sosial masyarakat.
Wali Kota Mohan Roliskana mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kota Mataram. Ia menegaskan bahwa konsep creative financing bukan sekadar efisiensi anggaran, tetapi upaya memastikan APBD benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Penghargaan ini bukan semata milik pemerintah, tetapi milik seluruh warga Kota Mataram. Creative financing membuat APBD kita lebih produktif dan tepat sasaran. Ini adalah bukti bahwa program yang dirancang dengan pendekatan kolaboratif benar-benar bekerja di tengah masyarakat,” kata Mohan.
Menurutnya, birokrasi daerah kini dituntut bergerak lebih adaptif dengan menghadirkan inovasi sosial dan ekonomi, bukan hanya menjalankan fungsi administratif semata. Karena itu, Pemkot Mataram menargetkan pendekatan creative financing menjadi fondasi pembangunan tahun 2027.
"Kita akan optimalkan terutama dalam memperkuat ekonomi inklusif, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia," ujar Wali Kota.
Ajang apresiasi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bekerja sama dengan GarudaTV Group sebagai bagian dari upaya mendorong kompetisi positif antar daerah dalam mendukung 17 Program Prioritas Nasional.
Penilaian dilakukan terhadap lebih dari 200 kabupaten/kota berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik, Kemendagri, Bappenas, serta hasil validasi lapangan dengan indikator meliputi tata kelola keuangan, investasi, pelayanan publik, ketenagakerjaan, kesehatan, hingga lingkungan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....