Kebaya Mendunia, Ketum PIM Dorong Perempuan NTB Perkuat Ekonomi

  • 02 Agt 2026 14:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, mengapresiasi antusiasme masyarakat NTB dalam memeriahkan Parade Kebaya yang digelar di Kota Mataram. Menurutnya, semangat perempuan NTB menjadi bukti bahwa kebaya semakin diterima sebagai simbol identitas budaya sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi.

Lana mengungkapkan, selama melakukan roadshow ke berbagai daerah di Indonesia, ia menyaksikan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian kebaya. Mulai dari Palembang yang mencatat rekor peserta berkebaya dan bersongket terbanyak. Kemudian Ambon, Sumatera Utara hingga Bali, Kalimantan, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

"Di Mataram saya juga melihat ibu-ibu sangat antusias. Ini menunjukkan kebaya semakin dicintai masyarakat di berbagai daerah," kata Lana saat mengikuti Parade kebaya di Taman sangkarrang Kota Mataram, Minggu 2 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, perjuangan Tim Nasional Kebaya Indonesia membuahkan hasil penting, yakni terbitnya Keputusan Presiden tentang Hari Kebaya Nasional serta pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia oleh UNESCO. Namun menurutnya, pengakuan tersebut harus diikuti dengan upaya pelestarian yang berkelanjutan, terutama kepada generasi muda.

"Kebaya bukan hanya dipakai saat acara seremonial, tetapi harus terus dikenalkan kepada generasi penerus dan dipromosikan hingga ke mancanegara sebagai identitas bangsa Indonesia," ujarnya lagi.

Lana menilai kebaya juga memiliki nilai ekonomi yang besar karena melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari perajin kain tenun, songket, batik, bordir, hingga pembuat aksesori seperti bros dan alas kaki. Dengan demikian, penggunaan kebaya ikut menggerakkan sektor usaha mikro dan ekonomi kreatif.

"Kami ingin mengajak pemerintah daerah untuk terus mendaftarkan berbagai karya budaya lokal ke Kementerian Kebudayaan agar memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional," katanya

Selain pelestarian budaya, PIM juga fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui Gerakan Nasional Transformasi Perempuan Indonesia, organisasi tersebut mendorong penguatan sumber daya manusia perempuan berbasis komunitas dan teknologi guna menciptakan kemandirian ekonomi keluarga.

"Kami ingin perempuan Indonesia semakin berdaya, memiliki usaha yang berkembang, dan mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga. Karena itu kami terus melakukan penguatan kepada perempuan di berbagai daerah," katanya dengan penuh semangat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....