Menteri PKP Sebut Rumah Subsidi Jadi Harapan Baru Rakyat Indonesia
- 19 Mei 2026 19:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menunjukkan maraton kerja luar biasa saat melakukan kunjungan kedelapannya di Perumahan Polinesia, Bagik Polak, Lombok Barat, Selasa 19 Mei 2026. Dalam sehari penuh, ia menghadiri delapan agenda strategis yang berfokus pada percepatan pembangunan perumahan rakyat dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena pemerintah pusat terus mendorong program rumah subsidi sebagai solusi nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki hunian layak. Dalam agenda itu, Maruarar memastikan langsung kualitas rumah subsidi yang dibangun di NTB tetap aman dan layak ditempati.
“Bagus sekali. Saya hari ini sangat efektif waktunya. Tadi sudah lihat rumah buat nelayan dan rumah susun yang sudah ditempati dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatannya di NTB dimulai sejak pagi hingga sore hari tanpa henti. Selain meninjau kawasan perumahan, dirinya juga mengikuti rapat bersama Gubernur NTB, Menkopolkam, Mendagri, serta para bupati dan wali kota untuk membahas percepatan penyelesaian persoalan perumahan di daerah.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah di NTB menjadi salah satu kekuatan utama percepatan pembangunan hunian rakyat. Seluruh kepala daerah disebut telah memberikan pembebasan biaya BPHTB dan PBG bagi masyarakat.
“Saya senang juga Pak Gubernur, Bupati, Wali Kota semua BPHTB dan PBG sudah dikasih gratis,” katanya.
Tak hanya sektor perumahan, Maruarar juga mengapresiasi langkah Bank Syariah Indonesia atau BSI yang mencatatkan penyaluran pembiayaan besar kepada pelaku UMKM di NTB.
“Rekor pecah oleh BSI. Luar biasa, lebih dari Rp315 miliar dinikmati UMKM di sini,” jelasnya.
Dalam kunjungan itu, pemerintah juga meluncurkan program bedah rumah untuk sejumlah wilayah timur Indonesia, meliputi NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara hingga Bali. Program tersebut dinilai menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pengurangan rumah tidak layak huni.
Maruarar mengaku terkesan dengan semangat para pelaku pembangunan perumahan rakyat yang ditemuinya di NTB, termasuk seorang pengembang perempuan berstatus single parent dengan empat anak yang tetap mampu membangun usaha properti.
“Tadi saya ketemu pengembang hebat, seorang ibu single parent dengan empat anak tapi tetap bisa berjuang. Luar biasa,” ucapnya.
Ia juga memuji peran perbankan yang berani mendukung masyarakat dan pengembang kecil berdasarkan semangat serta motivasi mereka untuk berkembang.
“Banker juga hebat karena menilai dari motivasinya. Ini orang-orang hebat semua bisa ketemu, jadi saya happy,” katanya menegaskan.
Menteri PKP itu memastikan seluruh rumah subsidi yang ditinjau di NTB berada dalam kondisi baik dan aman bagi masyarakat. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kualitas bangunan, kondisi air, hingga ketahanan rumah terhadap cuaca.
“Saya sudah cek airnya bagus, tidak banjir, tidak ada retak-retak dan aman. Jadi rakyat happy,” ujarnya.
Ia menegaskan, program rumah subsidi menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi backlog perumahan nasional dan membantu masyarakat yang belum memiliki rumah pertama.
“Inilah rumah subsidi program andalan Presiden Prabowo untuk mengatasi warga Indonesia yang belum punya rumah,” katanya mengakhiri.
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan rumah subsidi tahun 2026 mencapai 350 ribu unit di seluruh Indonesia. Angka tersebut disebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah program perumahan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....