Kepedulian Keluarga Dinilai, Kunci Tekan Kekerasan Anak dan Perempuan di Dompo

  • 18 Mei 2026 12:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Kepedulian dan pengawasan keluarga dinilai menjadi kunci utama dalam menekan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Pemerintah daerah pun terus mendorong penguatan peran keluarga untuk melindungi anak dari pengaruh pergaulan bebas dan tindak kekerasan seksual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Miftahul Su’adah mengatakan, banyak kasus kekerasan fisik maupun seksual terhadap anak yang terjadi di Dompu dipicu kurangnya perhatian keluarga terhadap aktivitas dan pergaulan anak.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual pada anak kembali muncul dan sebagian besar pelakunya merupakan orang terdekat korban.

“Kondisi tersebut menjadi perhatian serius kami,” katanya, Senin, 18 Mei 2026.

Seketat apapun pemberlakuan jam malam, kata dia, tidak akan maksimal tanpa dukungan dan pengawasan dari keluarga. Sebagai upaya pencegahan, Pemerintah Kabupaten Dompu terus mendorong program “Kambeke Anak” pada pukul 21.00 Wita, sekaligus memperketat penerapan jam malam bagi anak-anak.

Program tersebut diharapkan mampu membatasi aktivitas anak di luar rumah pada malam hari, sekaligus mengurangi risiko terjadinya tindak kekerasan maupun kenakalan remaja yang berpotensi berujung pada pelanggaran hukum.

Ia menjelaskan, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan pada tahun 2026 mengalami penurunan.

Pada periode April 2026, tercatat sebanyak 26 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode April 2025 yang mencapai 43 kasus.

Meski demikian, pihaknya menilai angka tersebut tetap menjadi perhatian serius karena setiap kasus menyangkut keselamatan dan masa depan anak.

Ia juga mengungkapkan, meningkatnya jumlah laporan yang ditangani kepolisian maupun yang didampingi DP3A tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dialami.

“Ini menunjukkan masyarakat mulai berani melapor dan tidak lagi menutup-nutupi kasus kekerasan,” katanya.

Untuk menekan angka kekerasan, DP3A Kabupaten Dompu terus memasifkan kegiatan sosialisasi dan memperkuat kolaborasi dengan sekolah-sekolah.

Melalui edukasi tersebut, anak-anak diberikan pemahaman mengenai dampak pergaulan bebas, kenakalan remaja serta risiko tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum maupun kekerasan seksual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....