NTB Usulkan Tambora Jadi Geopark Dunia, Teluk Saleh Jadi Benteng Konservasi

  • 14 Mei 2026 16:11 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • NTB Usulkan Tambora Jadi Geopark Dunia, Teluk Saleh Jadi Benteng Konservasi
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memperkuat Geopark Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
  • Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa.
  • Kawasan Teluk Saleh yang dinilai menjadi penyangga penting ekosistem Tambora.

‎RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memperkuat Geopark Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat konservasi lingkungan, terutama melalui perlindungan kawasan Teluk Saleh yang dinilai menjadi penyangga penting ekosistem Tambora.

‎Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan NTB tidak memulai pengelolaan geopark dari awal. Pengalaman mengelola Rinjani UNESCO Global Geopark disebut menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola Tambora menuju standar geopark dunia.

‎Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan panelis UNESCO secara daring, Rabu, 13 Mei 2026. (Foto: RRI/Diskominfotik NTB).

‎“We don’t start from the scratch. Kami sudah memiliki pengalaman bagaimana mengelola geopark sebagai pusat konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Iqbal saat mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan panelis UNESCO secara daring, Rabu, 13 Mei 2026.

‎Dalam presentasi tersebut, Iqbal didampingi Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, dan General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono.

‎Menurut Iqbal, Gunung Tambora merupakan “forgotten gem” yang belum sepenuhnya dikenal dunia, padahal menyimpan kekayaan geologi, budaya, sejarah, dan biodiversitas yang besar.

‎Berbeda dengan Rinjani yang dikenal sebagai destinasi wisata pegunungan, Tambora menyimpan jejak salah satu letusan vulkanik terbesar dalam sejarah modern manusia. Letusan Tambora pada 1815 tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer bumi.

‎“Tambora bukan hanya tentang gunung api. Ia adalah bagian penting dari sejarah dunia,” ujarnya.

‎Iqbal menjelaskan kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa. Ketiga wilayah itu dinilai menjadi kekuatan penting dalam pengembangan konservasi berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

‎Selain itu, kawasan Tambora berada di timur garis Wallace atau Wallace Line yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan banyak spesies endemik.

‎Menurut Iqbal, sedikitnya 275 spesies telah berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut. Namun, jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar dan sebagian berada dalam ancaman akibat kerusakan hutan serta aktivitas ilegal.

‎“Karena itu konservasi menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan kawasan ini,” katanya.

‎Penguatan konservasi juga dilakukan melalui perlindungan Teluk Saleh yang menjadi habitat hiu paus atau whale shark dan kawasan penting ekosistem laut Pulau Sumbawa.

‎Menurut Iqbal, perlindungan Teluk Saleh menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan kawasan geopark berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.‎

‎“Konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan,” ujarnya.

‎Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari menilai Tambora memiliki nilai universal yang kuat sebagai warisan geologi dunia.

‎“Tambora bukan sekadar gunung berapi. Ia adalah arsip hidup dari peristiwa geologis yang mengubah sejarah manusia,” kata Makdis.

‎Menurut dia, jejak letusan Tambora 1815 hingga kini masih dapat ditelusuri melalui berbagai bukti ilmiah, geologi, dan budaya yang menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dunia.

‎Pengajuan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB memperkuat posisi daerah sebagai pusat konservasi dan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan di kawasan Indonesia timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....