Tagana Pilar Kemanusiaan dan Respon Cepat Bencana di NTB
- 13 Mei 2026 06:58 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Tagana Pilar Kemanusiaan dan Respon Cepat Bencana di NTB
- Tagana sebagai garda terdepan pelayanan kemanusiaan di daerah rawan bencana
- Hari Ulang Tahun ke-22 Tagana Indonesia
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan peran penting Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda terdepan pelayanan kemanusiaan di daerah rawan bencana. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Tagana Indonesia di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Kota Mataram, Selasa, 12 Mei 2026, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyebut keberadaan Tagana menjadi bukti nyata hadirnya negara ketika masyarakat berada dalam situasi sulit.
“Negara benar-benar hadir saat masyarakat dalam kesusahan. Salah satu wujudnya adalah Tagana yang selalu hadir ketika bencana terjadi,” kata Iqbal di hadapan sekitar 500 personel Tagana dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Dalam pembekalannya, Iqbal banyak berbagi pengalaman saat menjalankan misi kemanusiaan di sejumlah negara konflik dan wilayah terdampak bencana, seperti Somalia, Suriah, Yaman, Nepal, Turki, hingga Filipina Selatan. Mantan diplomat itu mengatakan, pengalaman di berbagai negara membuatnya memahami beratnya tugas relawan kemanusiaan yang bekerja di tengah situasi darurat.
Menurut dia, kerja-kerja kemanusiaan tidak semata dijalankan karena kewajiban organisasi, melainkan lahir dari dorongan empati yang paling mendasar dalam diri manusia. “Tugas kemanusiaan itu sesuatu yang ajaib. Orang bergerak membantu bukan karena imbalan, tapi karena panggilan kemanusiaan,” ujarnya.
Iqbal juga menilai ketangguhan NTB menghadapi berbagai bencana selama ini tidak terlepas dari kontribusi para relawan Tagana yang aktif mendampingi masyarakat sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan. Ia berharap kapasitas kesiapsiagaan dan respons kebencanaan di daerah terus diperkuat, terutama di tingkat komunitas dan desa.
Kepala Dinas Sosial NTB, Masyhuri, mengatakan peringatan HUT Tagana tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memperluas kaderisasi relawan melalui perekrutan Tagana Muda. Program tersebut diproyeksikan mendukung penguatan Kampung Siaga Bencana, termasuk di wilayah Ampenan Selatan.
“Sebanyak 500 personel yang hadir merupakan anggota Tagana yang terdata dan mendapatkan insentif dari Kementerian Sosial. Tetapi sebenarnya relawan Tagana kita tersebar hampir di seluruh desa tangguh bencana,” kata Masyhuri.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para relawan mengikuti rangkaian apel siaga, bakti sosial, aksi kemanusiaan, hingga malam syukuran. Agenda diawali dengan Santiaji atau apel siaga yang ditandai penyerahan pataka, kemudian dilanjutkan silaturahmi akbar bersama jajaran Kementerian Sosial untuk memperkuat solidaritas antarrelawan.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Tagana berprestasi yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam mendampingi korban bencana. Penghargaan itu diberikan kepada relawan yang selama ini aktif, cepat bergerak, dan konsisten hadir di berbagai situasi kedaruratan di NTB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....