Sapi Jumbo Lombok Barat Lolos Verifikasi Setpres Masuk Nominasi 3 Besar

  • 12 Mei 2026 17:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Seekor sapi berbobot lebih dari satu ton asal Dusun Menang, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Sapi jenis simental cross milik peternak Atang Setyanoro tersebut berhasil menembus tiga besar nominasi Bantuan Masyarakat Presiden (Banmaspres) untuk perayaan Iduladha 2026.

Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Sapi unggulan tersebut telah melalui proses verifikasi ketat oleh Sekretariat Presiden (Setpres) dengan berbagai indikator penilaian, mulai dari bobot, kesehatan, hingga kualitas fisik secara keseluruhan. Hasil assessment nasional menempatkan sapi asal Lombok Barat ini di posisi ketiga dengan bobot mencapai lebih dari satu ton.

Pemilik sapi, Atang Setyanoro, mengungkapkan bahwa bobot ternaknya sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir akibat faktor cuaca.

“Sapi ini kurang lebih sekitar empat hari dia kurang lahap makannya. Padahal sebelumnya beratnya 1 ton 30 kilogram lebih. Sekarang sekitar 1 ton 15,” ujarnya. Selasa 12 Mei 2026.

Menurut Atang, penurunan bobot sekitar 15 hingga 20 kilogram pada sapi dewasa masih tergolong normal, terutama saat terjadi perubahan cuaca yang berdampak pada nafsu makan ternak. Ia menegaskan perawatan menjadi kunci utama menjaga kualitas sapi.

“Kalau sapi itu dia nyaman dan rajin dimandikan supaya badannya bagus dan tidak banyak nyamuk sehingga banyak makan,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Makbul, salah satu peternak yang turut merawat sapi tersebut, menyebut bahwa jenis simental dan berangus memang dipersiapkan khusus untuk mengikuti seleksi Banmaspres karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kalau sapi tergantung siapa yang ngambil. Kalau diambil presiden kayak ini ya jelas untungnya banyak,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, Lalu Moh. Hakam, menilai capaian ini sebagai prestasi penting bagi daerah. Ia menyebut, Lombok Barat telah tiga tahun berturut-turut dipercaya mengirimkan kandidat hewan kurban untuk program Banmaspres.

“Dari tiga yang kita usulkan itu, satu yang lolos verifikasi. Yang dilakukan oleh Setpres itu bobotnya 1,001 ton. Itu yang berada di Menang. Jenis sapinya simental cross,” katanya.

Ia menambahkan penilaian dari Setpres tidak semata melihat ukuran tubuh sapi, tetapi juga mempertimbangkan kesehatan dan kualitas ternak secara menyeluruh.

“Dalam penilaian atau assessment Setpres ini, salah satu indikatornya dari sisi bobot, kemudian dari sisi kesehatan hewan tersebut,” ujarnya.

Keberhasilan ini dinilai mampu menjadi motivasi bagi para peternak lokal untuk terus mengembangkan ternak unggulan dengan kualitas terbaik. Selain itu, dampak ekonominya juga cukup signifikan, di mana harga sapi yang lolos seleksi Banmaspres dapat meningkat hingga dua kali lipat dibanding harga pasaran biasa.

“Yang kemarin beberapa tempat itu sekitar Rp135 juta. Sekarang platform yang dibuka sekitar Rp139 juta. Ini masih nego mungkin,” katanya mengakhiri.

Saat ini, Dinas Pertanian Lombok Barat masih menunggu proses lanjutan dari pihak Sekretariat Presiden, termasuk tahap transaksi dan penentuan lokasi penyaluran hewan kurban untuk Iduladha mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....