PLN EPI Tanam Ribuan Pohon di Pesisir Lombok Barat Perkuat Ekosistem Lestari

  • 11 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali ditegaskan melalui aksi nyata penanaman pohon yang digelar di Pantai Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2026.

Sebanyak 2.500 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, yang tidak hanya bertujuan memperkuat ekosistem pesisir, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam.

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan Hidup (K3KL) PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Muhammad Aminuddin, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan penanaman dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati 2026 dengan menanam sebanyak 2.500 pohon. Tujuannya untuk mendukung ekosistem pesisir dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan, selain berdampak ekologis, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Aminuddin memastikan bahwa program serupa akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL).

“Ke depan, program keberlanjutan seperti ini akan terus kami lakukan. Tidak hanya menanam, tetapi juga memastikan pemeliharaan hingga pohon tumbuh dan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menambahkan evaluasi dan pengawasan akan melibatkan masyarakat lokal guna memastikan efektivitas program.

“Kami akan melibatkan masyarakat dalam pemantauan agar apa yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh dan mampu mengurangi risiko abrasi pantai,” katanya mengakhiri.

Selain fokus pada lingkungan, PLN EPI juga tengah menyiapkan langkah strategis di sektor energi di NTB, termasuk pembangunan unit regasifikasi untuk mendukung pasokan gas bagi pembangkit listrik di Lombok.

“Kami sebagai subholding PLN yang mengelola rantai pasok energi primer akan mensuplai gas melalui pembangunan unit regasifikasi untuk mendukung pembangkit yang ada di Lombok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah NTB, Abdul Wahab, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PLN EPI bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

“Program ini sangat mendukung kegiatan kami di sektor kelautan dan perikanan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap Pokdarwis dan masyarakat pesisir dapat ikut memelihara tanaman yang sudah ditanam agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya menegaskan.

Terkait upaya pencegahan abrasi, Wahab mengungkapkan bahwa selain penanaman mangrove, opsi pembangunan breakwater juga mulai dipertimbangkan.

“Untuk mengantisipasi abrasi, selain penanaman mangrove, ke depan kami akan mempertimbangkan pembangunan breakwater agar gelombang besar bisa dipecah sebelum mencapai bibir pantai,” ucapnya.

Ia menambahkan, meskipun kajian teknis belum dilakukan secara menyeluruh, pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan pemerintah setempat.

“Kami akan mengantisipasi lebih awal dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pokdarwis, untuk pengawasan wilayah pesisir secara berkelanjutan,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....