Dongeng Dinilai Efektif Bangun Budaya Baca Anak
- 04 Mei 2026 23:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Upaya meningkatkan minat baca dan literasi anak di Lombok Barat kini mulai diarahkan melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan dunia anak, yakni dongeng. Metode ini dinilai mampu menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini di tengah masyarakat.
Pendongeng nasional, Danang, yang hadir dalam kegiatan di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat, Senin 4 Mei 2026, menegaskan manusia pada dasarnya memiliki ketertarikan alami terhadap cerita.
“Pada dasarnya manusia itu diciptakan memiliki kesukaan, salah satunya suka mendengar dan bercerita. Maka kegiatan literasi berbasis cerita sangat efektif diterapkan di Lombok,” ujarnya menegaskan.
Menurutnya, kegiatan bercerita atau storytelling bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak. Anak-anak dapat mengasah imajinasi, meningkatkan kecerdasan, serta memperkaya kosakata melalui cerita yang mereka dengarkan.
“Dengan bercerita, anak bisa mengoptimalkan imajinasi, meningkatkan kecerdasan, serta menambah kosakata mereka,” katanya menambahkan.
Selain itu, metode read aloud atau membaca nyaring dinilai mampu menciptakan kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Interaksi ini menjadi salah satu faktor penting dalam membangun bonding yang positif antara anak dan guru maupun orang tua.
“Ketika guru atau orang tua membacakan cerita, akan tercipta kedekatan emosional yang kuat dengan anak,” ucapnya.
Danang juga menekankan bahwa budaya literasi harus dibangun secara kolektif, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga dukungan pemerintah dan berbagai instansi terkait.
“Budaya membaca harus tumbuh dari keluarga hingga desa. Semua pihak harus bergerak bersama,” katanya menegaskan.
Ia menambahkan, saat ini Kementerian Kebudayaan juga mulai menghidupkan kembali cerita rakyat melalui berbagai lomba dan kegiatan literasi. Hal ini dinilai penting untuk mengangkat kembali cerita daerah yang mulai hilang akibat perkembangan teknologi.
“Banyak cerita daerah yang mulai terlupakan. Padahal itu adalah warisan budaya yang sangat berharga,” ucapnya.
Menurutnya, metode dongeng tetap relevan di tengah era digital karena mampu menjadi salah satu pendekatan pendidikan terbaik yang menyeimbangkan teknologi dan nilai-nilai budaya.
“Metode pendidikan terbaik salah satunya tetap melalui cerita,” katanya menegaskan.
Di sisi lain, ia melihat di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, kegiatan literasi seperti lomba dongeng dan menulis sudah berkembang pesat dan rutin digelar setiap bulan.
“Saya berharap Lombok juga bisa seperti itu, ada kolaborasi antara swasta dan pemerintah untuk menguatkan literasi,” katanya mengakhiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Lombok Barat, H. Lalu Winengan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran para tamu undangan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat membaca di tengah masyarakat.
“Ini adalah kesempatan berharga bagi kami. Kehadiran Mas Danang membawa semangat baru bagi dunia literasi di Lombok Barat,” ucapnya menegaskan.
Ia juga menambahkan berbagai masukan dari kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan layanan perpustakaan ke depan.
Di akhir kegiatan, masyarakat diajak untuk lebih aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan ruang tumbuhnya kreativitas.
“Mari kita biasakan membaca, karena dari membaca kita membuka jendela dunia,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....