NTP NTB April 2026 Turun 1,48 Persen, Daya Beli Petani Melemah
- 04 Mei 2026 16:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 tercatat sebesar 128,00 atau mengalami penurunan sebesar 1,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, menjelaskan bahwa NTP merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan, sekaligus mencerminkan daya tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
“Penurunan NTP pada April 2026 disebabkan oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,12 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen,” ujar Wahyudin, Senin 4 Mei 2026.
Meski demikian, sebagian besar subsektor pertanian masih mencatatkan nilai tukar di atas angka 100. Subsektor hortikultura mencatatkan NTP tertinggi sebesar 240,73, diikuti tanaman pangan sebesar 116,94, peternakan sebesar 114,42, serta perikanan sebesar 110,26.
“Satu-satunya subsektor yang masih berada di bawah angka 100 adalah tanaman perkebunan rakyat dengan NTP sebesar 98,85,” tambahnya.
Selain itu, BPS NTB juga mencatat adanya penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,02 persen pada April 2026. Penurunan ini dipicu oleh turunnya indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pada April 2026 tercatat sebesar 133,57 atau turun 2,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Wahyudin menekankan bahwa penurunan NTP dan NTUP ini perlu menjadi perhatian bersama, karena mencerminkan tekanan terhadap kesejahteraan petani.
“Perlu upaya pengendalian biaya produksi serta stabilisasi harga komoditas pertanian agar daya beli petani tetap terjaga,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....