NTB Alami Inflasi 3,27 Persen pada April 2026
- 04 Mei 2026 15:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,27 persen pada April 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,27.
Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, mengungkapkan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 4,23 persen dengan IHK 112,69. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Sumbawa sebesar 2,82 persen dengan IHK 112,04.
“Secara umum, inflasi y-on-y di NTB dipengaruhi oleh kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran,” ujar Wahyudin dalam keterangan resminya, Senin 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sebelas kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 3,76 persen. Disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,94 persen.
Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 0,39 persen, kelompok kesehatan 0,99 persen, serta kelompok transportasi dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 1,37 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,01 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,94 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,99 persen.
“Kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 15,71 persen,” tambahnya.
Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m), NTB mengalami deflasi sebesar 0,11 persen pada April 2026. Adapun tingkat inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 1,82 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....