Antisipasi Maulid, Mataram Perkuat Sistem Peringatan Inflasi

  • 06 Agt 2026 16:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram-Pemerintah Kota Mataram memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Maulid Nabi Muhammad SAW melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman itu menitikberatkan pada pembentukan Early Warning System sebagai sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi gejolak harga sebelum berdampak pada masyarakat.

Menurut TGH Mujiburrahman, tradisi peringatan Maulid Nabi yang identik dengan jamuan makan dan kegiatan silaturahmi berpotensi meningkatkan permintaan bahan pangan. Karena itu, pemerintah meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga tetap terjaga.

“Perayaan Maulid Nabi selalu diwarnai kegiatan silaturahmi dan jamuan makan yang melibatkan banyak masyarakat. Tentu hal ini akan meningkatkan permintaan bahan kebutuhan pokok. Karena itu, kita harus memastikan ketersediaan stok, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi tetap terjaga,” ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 3 Agustus 2026, inflasi Kota Mataram secara year on year pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,13 persen. Angka tersebut memang masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen, namun posisinya sudah mendekati batas atas sehingga memerlukan langkah antisipatif yang lebih kuat.

"Kalau diibaratkan kendaraan, kita memang masih berada di jalur yang benar, tetapi sudah berada di pinggir jalur. Artinya, kita tidak boleh lengah. Sedikit saja kehilangan kewaspadaan, kita bisa keluar dari sasaran inflasi yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Melalui penguatan Early Warning System, Pemkot Mataram berharap pengendalian inflasi tidak lagi hanya dilakukan ketika harga mulai melonjak, tetapi dimulai sejak muncul indikasi awal.

"Yang penting ada langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama momentum Maulid Nabi sekaligus melindungi daya beli masyarakat," katanya berharap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....