Sumbawa Tergenang, Penanganan Butuh Rp7 Miliar

  • 04 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Permasalahan genangan air yang kerap terjadi di sejumlah titik dalam Kota Sumbawa Besar, masih menjadi pekerjaan rumah serius pemerintah daerah. Untuk penanganan secara menyeluruh, dibutuhkan anggaran besar yang diperkirakan mencapai Rp6 hingga Rp7 miliar.

Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengungkapkan bahwa genangan air kerap muncul saat intensitas hujan tinggi, terutama di triwulan kedua. Beberapa titik rawan genangan antara lain di Jalan Hasanuddin, Jalan Garuda, Jalan Safari, serta ruas jalan berstatus provinsi.

“Setiap hujan deras, genangan hampir pasti terjadi di beberapa titik. Ini tidak hanya menjadi kewenangan kabupaten, tetapi juga melibatkan pemerintah provinsi dan pusat,” ujarnya, Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, selain curah hujan tinggi, persoalan lain yang memperparah kondisi adalah kebiasaan masyarakat membuang sampah di saluran air dan bantaran sungai. Padahal, pemerintah telah menyediakan kontainer sampah di sejumlah lokasi strategis seperti pasar.

“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di saluran drainase. Kontainer sudah disiapkan, tinggal kesadaran bersama untuk memanfaatkannya,” katanya.

Menurutnya, genangan tidak hanya disebabkan oleh sampah, tetapi juga sedimentasi berupa tanah yang terbawa aliran air saat hujan. Hal ini menyebabkan kapasitas drainase berkurang dan memicu luapan air.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah melalui Dinas PUPR terus melakukan pembersihan rutin di titik-titik rawan. Selain itu, pengerukan sedimentasi di saluran drainase, menjadi prioritas untuk mengembalikan fungsi aliran air.

Lebih jauh, pemerintah juga telah menyiapkan rencana revitalisasi sistem drainase. Salah satu upaya yang dirancang adalah mengoptimalkan jaringan drainase yang ada, termasuk optimalisasi saluran besar di kawasan Kampung Jawa hingga jalur di sekitar SMKN 1 Sumbawa yang akan terhubung ke jaringan utama di dekat SMAN 1 Sumbawa dan RSUD Sumbawa.

“Secara desain, kita sudah punya rencana. Air akan dialirkan ke saluran besar hingga ke pembuangan di Jalan Bungur, tepatnya di Taman Sabalong. Namun di sana juga terjadi sedimentasi cukup tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan menyeluruh membutuhkan pembongkaran dan pembangunan ulang di beberapa titik, termasuk penggunaan box culvert berukuran besar. Hal inilah yang membuat kebutuhan anggaran membengkak.

“Kalau dihitung secara keseluruhan, bisa mencapai Rp6 sampai Rp7 miliar. Karena kita harus melakukan pekerjaan besar, mulai dari pembongkaran hingga penempatan saluran baru,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan langkah cepat melalui penanganan sementara, sambil menunggu realisasi anggaran besar tersebut. Pembersihan drainase dan gotong royong melalui program Indonesia Asri, terus digencarkan untuk meminimalkan dampak genangan.

Pihaknya berharap sinergi antara instansi terkait dan kesadaran masyarakat, dapat menjadi kunci dalam mengatasi persoalan genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga di Kota Sumbawa Besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....