Resmikan TRC Infrastruktur, Gubernur Pastikan Aduan Jalan Rusak Direspon 24 Jam

  • 21 Jul 2026 13:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meresmikan Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur Provinsi NTB untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan provinsi. Tim ini ditargetkan merespons setiap laporan masyarakat dalam waktu maksimal 24 jam.

Iqbal mengatakan pembentukan TRC merupakan langkah memperbaiki sistem pemeliharaan jalan yang selama ini dinilai belum berjalan optimal. Menurut dia, pelayanan publik harus menjadi fokus utama pemerintah daerah, termasuk memastikan infrastruktur dasar tetap berfungsi.

"Target saya, setiap ada laporan kerusakan jalan, maksimal 24 jam TRC sudah berada di lokasi untuk melakukan verifikasi dan penanganan awal," kata Iqbal saat peluncuran TRC Infrastruktur di Kantor Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Lombok, Selasa, 21 Juli 2026.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meresmikan Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur Provinsi NTB di Kantor Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Lombok, Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: RRI/Muh.Halwi).

NTB memiliki sekitar 1.500 kilometer jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Rinciannya sekitar 500 kilometer berada di Pulau Lombok dan 1.000 kilometer di Pulau Sumbawa.

Iqbal mengakui saat awal menjabat, pemeliharaan jalan menghadapi berbagai kendala. Mulai dari belum adanya standar operasional prosedur (SOP), keterbatasan anggaran, hingga minimnya peralatan.

"Kalau kerusakan kecil cepat ditangani, biayanya jauh lebih murah. Jangan sampai kerusakan kecil dibiarkan hingga akhirnya membutuhkan anggaran miliaran rupiah," ujarnya.

Menurut dia, TRC sebenarnya memperkuat fungsi balai jalan yang sudah ada. Pemerintah kini juga telah menambah anggaran pemeliharaan serta menyediakan sedikitnya 15 unit peralatan pendukung agar tim bisa bekerja lebih cepat.

Iqbal meminta seluruh anggota TRC menjalankan tugas dengan maksimal karena perbaikan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

"Jangan sampai masyarakat kesulitan ke sekolah, rumah sakit, atau bekerja hanya karena kita terlambat memperbaiki jalan," katanya.

Ia juga memastikan tim langsung bekerja sehari setelah diresmikan. Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah ruas jalan di depan RSUD Manambai Abdulkadir, Kabupaten Sumbawa, serta ruas Wawo di Kabupaten Bima yang selama ini banyak dikeluhkan warga.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya mengatakan tim langsung bergerak menindaklanjuti arahan gubernur. Berdasarkan hasil asesmen sementara, sekitar 20 titik kerusakan jalan telah diidentifikasi untuk ditangani.

"Titik pertama yang kami kerjakan berada di depan RSUD Sumbawa. Kondisinya sering tergenang sehingga jalan cepat rusak," ujarnya.

Menurut Kusuma, sebagian besar kerusakan jalan dipicu persoalan drainase. Karena itu, penanganan tidak hanya berupa penambalan aspal, tetapi juga memperbaiki saluran air agar kerusakan tidak kembali terjadi.

Selain di Sumbawa, perbaikan juga akan dilakukan di sejumlah ruas di Kabupaten Sumbawa Barat, Simpang Moyo, lingkar Tambora, Wera di Kabupaten Bima, hingga ruas Kediri-Kuripan di Lombok Barat. Tim juga akan membersihkan semak di bahu jalan yang mengganggu jarak pandang pengendara.

Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk penanganan awal sekitar 20 titik tersebut diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.

"Yang kami lakukan bukan hanya memperbaiki jalannya, tetapi mencari penyebab kerusakan agar penanganannya lebih efektif," kata Kusuma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....