Baznas Lombok Utara Kejar Target Pengumpulan Zakat Rp6,6 Miliar Tahun 2026

  • 30 Apr 2026 18:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara — Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lombok Utara menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp6,6 miliar sepanjang tahun 2026. Target tersebut mengalami peningkatan dibanding capaian tahun sebelumnya dan menjadi bagian dari penetapan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah.

Ketua Baznas KLU, Slamet Riadi, mengatakan target baru tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang berada pada kisaran Rp5,5 miliar. Dari target itu, realisasi penghimpunan zakat pada tahun lalu mencapai sekitar Rp5,2 miliar.

Menurutnya, peningkatan target menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Baznas KLU untuk memperluas cakupan pengumpulan zakat di tengah masyarakat. Berbagai langkah penguatan kelembagaan dan optimalisasi pengumpulan terus dilakukan agar target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.

“Target dari pusat sebesar Rp6,6 miliar sedang kami upayakan secara maksimal. Mudah-mudahan hingga akhir tahun nanti capaian tersebut bisa terpenuhi,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.

Salah satu strategi utama yang disiapkan ialah pembenahan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di tingkat desa. Baznas KLU saat ini melakukan pemantauan terhadap aktivitas UPZ di 43 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Dari hasil evaluasi, terdapat sejumlah UPZ yang dinilai aktif menjalankan fungsi pengumpulan zakat, sementara sebagian lainnya masih belum optimal. Untuk itu, Baznas berencana melakukan restrukturisasi kepengurusan pada unit yang dianggap kurang aktif.

UPZ yang dinilai produktif akan terus didorong agar memperluas jangkauan penghimpunan zakat di masyarakat. Sedangkan UPZ yang pasif akan dilakukan pembenahan organisasi, termasuk pergantian pengurus agar lebih efektif dalam menjalankan tugas.

Slamet menjelaskan, selama ini penghimpunan zakat di Lombok Utara masih didominasi oleh kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kontribusi dari ASN diperkirakan mencapai sekitar 80 persen dari total zakat yang terkumpul.

Meski demikian, partisipasi masyarakat umum mulai menunjukkan tren positif. Kesadaran berzakat dari kalangan petani dan pelaku usaha disebut mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Petani mulai banyak yang menyalurkan zakat melalui Baznas. Begitu juga pengusaha yang kini lebih rutin berzakat. Ini perkembangan yang cukup menggembirakan,” katanya.

Dana zakat yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui lima pilar program Baznas, yakni bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, serta advokasi dan dakwah.

Salah satu program unggulan yang dijalankan ialah Mahyani atau Rumah Layak Huni. Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam mendukung program Jumat Bedah Rumah (Jubah).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....