Persit KCK Dorong Anggota Kuasai Tren Pasar agar UMKM Lebih Kompetitif

  • 29 Apr 2026 23:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga prajurit melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan talk show edukatif yang menyasar pelaku usaha pemula agar mampu membaca tren pasar dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Kegiatan bertajuk “Merajut Mimpi untuk para Pelaku UMKM Pemula Berdasarkan Tren dan Kebutuhan Naik Kelas” digelar di Golden Palace, Mataram, Selasa 28 April 2026, dengan menghadirkan Ketua Dekranasda NTB, Bunda Sinta Agathia M. Iqbal, sebagai keynote speaker.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana, Endang Sjasul Arief, mengatakan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu upaya nyata organisasi dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga anggota Persit.

Menurutnya, kondisi pasar yang terus berubah menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan pola jual beli konvensional.

"UMKM perlu memahami perilaku konsumen, tren pasar, serta strategi pemasaran yang lebih modern agar mampu bertahan,"jelasnya.

Ia menilai banyak usaha kecil yang memiliki potensi besar, tetapi belum berkembang karena kurang memahami langkah-langkah penguatan bisnis. Karena itu, kegiatan edukatif seperti talk show dinilai penting untuk memberikan wawasan praktis kepada anggota.

Endang menjelaskan bahwa pihaknya ingin mendorong anggota Persit agar tidak sekadar menjalankan usaha rumahan, tetapi mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Peningkatan kualitas produk, pemanfaatan media sosial, serta perluasan pasar menjadi fokus utama yang perlu dipahami para pelaku UMKM pemula.

Selain aspek pemasaran, legalitas usaha juga menjadi perhatian dalam pengembangan UMKM. Endang mengingatkan bahwa izin usaha dan standardisasi produk merupakan syarat penting bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar formal, bekerja sama dengan retail modern, maupun memperluas jaringan hingga ekspor.

Ia menekankan bahwa legalitas bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari proses membangun kepercayaan konsumen.

"Produk yang memiliki izin dan standar kualitas cenderung lebih mudah diterima pasar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya inovasi produk dan menjaga konsistensi mutu. Hal ini dinilai penting agar UMKM tidak hanya bertahan sementara, tetapi berkembang secara berkelanjutan.

Endang turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk narasumber dari Dekranasda NTB yang membagikan pengalaman dan strategi pengembangan UMKM.

Melalui sinergi antara organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha, ia optimistis UMKM yang dikelola anggota Persit dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian keluarga sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para peserta untuk lebih kreatif dan percaya diri dalam mengembangkan usaha. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tren pasar dan strategi bisnis, pelaku UMKM diyakini mampu meningkatkan skala usaha serta memperluas peluang di tengah persaingan yang semakin terbuka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....