Mataram Masih Bebas Rabies, Ancaman Anjing Liar Jadi Perhatian

  • 29 Apr 2026 04:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Kota Mataram memperketat langkah antisipasi penyebaran rabies dengan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gigitan anjing liar. Imbauan ini muncul menyusul meningkatnya kasus rabies di Pulau Sumbawa, meski hingga saat ini Mataram masih berstatus bebas rabies.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hapiludin, menegaskan bahwa pengawasan terus diperkuat sebagai langkah preventif, terutama setelah adanya laporan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di wilayah lain di Nusa Tenggara Barat.

“Status kita masih bebas rabies, tetapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.

Ia menjelaskan, selama periode Januari hingga April 2026, Kota Mataram belum mencatat adanya kasus gigitan anjing. Namun, pada tahun 2025 lalu, tercatat sebanyak 90 kasus gigitan yang ditangani oleh sejumlah puskesmas. Setelah melalui observasi medis dan pemeriksaan laboratorium, seluruh kasus tersebut dinyatakan negatif rabies.

“Dari 90 kasus gigitan anjing tahun 2025, tidak ada yang terindikasi rabies. Untuk tahun ini, sementara belum ada laporan gigitan,” jelas Hapiludin.

Meski demikian, tantangan terbesar dalam pencegahan rabies di Mataram saat ini adalah mengendalikan populasi anjing liar. Berbeda dengan anjing peliharaan yang dapat dipantau dan divaksinasi oleh pemiliknya, anjing liar dinilai sulit dijangkau oleh petugas.

Menurutnya, tingginya populasi anjing liar tidak lepas dari kondisi lingkungan, terutama keberadaan sampah di sejumlah titik yang menjadi sumber makanan bagi hewan tersebut.

“Populasi anjing liar cukup tinggi, Ini menjadi tantangan besar karena proses penangkapan untuk sterilisasi atau vaksinasi tidak mudah,” ungkapnya.

Ia mengimbau apabila terjadi gigitan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk vaksinasi anti rabies (VAR). Pemerintah juga memastikan koordinasi dengan puskesmas terus dilakukan guna menjamin ketersediaan layanan tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan puskesmas untuk memantau setiap laporan gigitan dan memastikan VAR tersedia sebagai langkah antisipasi dini,” ujar Hapiludin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....