Momentum Kartini di Lombok Utara Tekankan Perempuan sebagai Penggerak Kebijakan

  • 25 Apr 2026 21:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Lombok Utara tahun ini tidak berhenti pada seremoni tahunan. Momentum yang digelar Selasa 21 April 2026 justru menjadi ruang lahirnya gagasan baru tentang arah gerakan perempuan di daerah, ditandai dengan penyerahan buku karya Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, kepada Ketua PKK Lombok Utara Ny. Rohani Najmul Akhyar dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny. Roro Pungki Kusmalahadi.

Penyerahan buku bertema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045” di Kantor Bupati Lombok Utara tersebut dipandang sebagai simbol perubahan paradigma. Organisasi perempuan tidak lagi hanya fokus pada kegiatan sosial dan seremoni, melainkan mulai mengarah pada penguatan gagasan, strategi, dan kontribusi kebijakan.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan semangat Kartini perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, perempuan saat ini harus mengambil peran lebih luas dalam pembangunan, tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai pihak yang ikut menentukan arah kebijakan.

“Kartini tidak cukup dikenang sebagai simbol perjuangan masa lalu. Semangatnya harus hidup melalui ide, inovasi, dan keberanian perempuan mengambil peran dalam isu strategis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, buku yang disusun tersebut tidak hanya berbicara mengenai pemberdayaan perempuan secara umum, tetapi juga mengulas pendekatan strategis dalam menghadapi dinamika global. Sejumlah isu yang diangkat antara lain keberlanjutan organisasi, penguatan jejaring, diversifikasi program, hingga pemanfaatan teknologi modern seperti kecerdasan buatan, Big Data, dan Internet of Things dalam mendukung pengambilan keputusan.

Menurut Heny, organisasi perempuan di daerah perlu bergerak lebih adaptif agar tidak tertinggal dalam arus perubahan. Ia menilai pendekatan konvensional tidak lagi cukup menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks.

“Organisasi perempuan harus mampu membaca perubahan, memahami kebutuhan masyarakat, dan menerjemahkannya menjadi program yang terukur. Perempuan perlu hadir sebagai pengambil keputusan, bukan sekadar penerima kebijakan,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Di daerah seperti Lombok Utara, keberadaan UMKM dinilai memiliki dampak besar terhadap ketahanan ekonomi keluarga, terutama bagi perempuan.

Sementara itu, Ketua PKK Lombok Utara, Ny. Rohani Najmul Akhyar, menilai kehadiran karya intelektual dalam peringatan Kartini menjadi langkah penting untuk memperluas ruang diskusi dan kolaborasi antarorganisasi perempuan.

Menurut Rohani, gerakan perempuan membutuhkan fondasi pengetahuan yang kuat agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki dampak nyata di masyarakat.

“Peringatan Kartini tidak hanya berbicara tentang mengenang sejarah, tetapi bagaimana kita meneruskan semangatnya melalui program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, PKK membuka ruang sinergi bersama Bhayangkari dan GOW dalam mengembangkan program yang lebih terukur, terutama pada isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kolaborasi lintas organisasi ini diharapkan menjadi model penguatan gerakan perempuan di tingkat daerah. Melalui pendekatan berbasis gagasan, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....