Polisi Pastikan Kelangkaan LPG 3 KG di NTB Bukan akibat Penimbunan

  • 25 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Polda NTB memastikan kelangkaan gas LPG dan bahan bakar minyak di sejumlah wilayah tidak disebabkan penimbunan. Polisi menyebut kondisi itu terjadi karena distribusi dari pusat yang terbatas.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Kombes Pol FX Endriadi, mengatakan pasokan yang minim menjadi faktor utama kelangkaan di lapangan. Aparat, kata dia, tidak menemukan indikasi penimbunan sebagai penyebab utama.

“Tidak ada penimbunan, ini memang langka, karena dari sananya,” ujar Endriadi, Kamis 23 April 2026.

Meski begitu, kepolisian tetap memperketat pengawasan. Direktorat yang ia pimpin merupakan bagian dari Satuan Tugas Pangan untuk mencegah potensi pelanggaran distribusi di NTBA.

“Kita lakukan pengawasan ketat, dari Bareskrim juga punya satgasnya,” kata dia.

Polda NTB mencatat telah mengungkap tiga kasus penyalahgunaan distribusi BBM dan LPG di wilayahnya. Penindakan dilakukan terhadap pelaku yang terbukti menyalahgunakan distribusi, meskipun kelangkaan bukan disebabkan penimbunan masif.

Salah satu kasus terjadi di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, dengan tersangka berinisial JH. Pelaku diduga menimbun sekitar 800 liter solar subsidi dan menjualnya kembali kepada nelayan di Pulau Bungin dengan harga lebih tinggi.

Kasus lain terungkap di Lombok Timur dengan tersangka ID (40) yang membeli BBM untuk dijual kembali secara eceran tanpa izin resmi. Aktivitas tersebut dikategorikan sebagai penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Kami sudah melakukan penegakan hukum di tiga perkara, dua kasus BBM di Sumbawa dan Lombok Timur, serta satu kasus LPG,” ujar Endriadi.

Endriadi menegaskan pengawasan distribusi BBM dan LPG akan terus dilakukan hingga akhir tahun. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi berjalan sesuai aturan serta mencegah praktik penyimpangan di lapangan.

“Pengawasan masih berlangsung sampai akhir Desember,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....