Transportasi Umum Dompu Kian Ditinggalkan, Peremajaan Jadi Solusi Mendesak
- 23 Apr 2026 08:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Moda transportasi umum, khususnya untuk rute antar kecamatan dan antar kota di Pulau Sumbawa, kini mulai ditinggalkan penumpang. Kondisi kendaraan yang memprihatinkan serta meningkatnya kepemilikan kendaraan roda dua di kalangan masyarakat menjadi faktor utama penyebab penurunan minat tersebut.
Pengamat Transportasi Kabupaten Dompu, Abdullah,l mengungkapkan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, moda transportasi umum di daerah ini perlahan kehilangan penumpang. Selain karena kondisi ekonomi masyarakat yang semakin membaik akibat komoditas jagung, banyak warga kini mampu membeli kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
"Ini membuat mereka lebih memilih kendaraan sendiri dibanding transportasi umum,” jelasnya, Kamis, 23 April 2026.
Ia menambahkan, faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi armada transportasi umum yang dinilai sudah tidak laik beroperasi. Terutama pada trayek Bima–Dompu dan rute antar kecamatan, banyak kendaraan yang masih dipaksakan beroperasi meskipun kondisinya tidak memadai.
“Ada kecenderungan pengusaha tetap memaksakan operasional, karena pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk menutup biaya harian. Akibatnya, peremajaan kendaraan tidak dilakukan,” ujarnya.
Menurut Abdullah, kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tidak nyaman dan beralih menggunakan kendaraan pribadi yang dinilai lebih praktis dan aman.
Namun di sisi lain, ia melihat adanya fenomena berbeda pada moda transportasi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Saat ini, layanan bus dengan rute tujuan Mataram hingga Jakarta justru kembali diminati.
“Bus-bus tujuan luar daerah sekarang hampir selalu penuh. Ini karena para pengusaha AKDP dan AKAP terus melakukan inovasi, termasuk peremajaan armada dan peningkatan fasilitas,” katanya.
Bahkan, lanjut Abdullah, kini telah hadir bus dengan fasilitas sleeper di Dompu yang menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang, sehingga mampu menarik minat masyarakat.
Ia menegaskan, pengusaha transportasi lokal seharusnya dapat mencontoh langkah yang dilakukan oleh pengusaha AKDP dan AKAP. Peremajaan kendaraan serta peningkatan layanan dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap transportasi umum di dalam daerah.
Jika transportasi umum kembali dipercaya masyarakat, lanjut Abdullah, tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi pengusaha, tetapi juga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....