Pemkot Mataram Perkuat Intervensi Kemiskinan 2026
- 20 Apr 2026 07:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram menunjukkan arah kebijakan yang berbeda di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026. Alih-alih memangkas, alokasi untuk penanggulangan kemiskinan justru ditingkatkan signifikan menjadi Rp 68 miliar, naik dari Rp 54 miliar pada tahun sebelumnya.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk prioritas pemerintah dalam menekan angka kemiskinan secara lebih terukur. Anggaran tersebut tidak hanya bersumber dari APBD murni, tetapi juga diperkuat melalui dana pokok pikiran (pokir) yang terintegrasi dalam berbagai program lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Walaupun efisiensi, anggaran penanganan kemiskinan kita tambah. Ada intervensi melalui dana pokir juga, sehingga totalnya menjadi Rp 68 miliar,” ujarnya, Senin 20 April 2026.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk memastikan intervensi yang lebih luas dan menyentuh berbagai aspek kemiskinan. Pemkot Mataram bahkan telah memaparkan rencana konkret kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk keseriusan dalam penggunaan anggaran.
Program yang disiapkan tidak hanya berfokus pada bantuan sosial (bansos) yang menyasar lebih dari 90 ribu warga, tetapi juga menyentuh pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan kerja serta penguatan sektor UMKM. Selain itu, perbaikan infrastruktur dasar seperti renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan penyediaan sanitasi layak menjadi bagian penting dari intervensi.
“Definisi kemiskinan tidak hanya diukur dari penghasilan, tapi juga kualitas hunian dan akses sanitasi. Karena itu, data harus disinkronkan agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah penduduk miskin di Kota Mataram tercatat mencapai 39,82 ribu jiwa. Untuk menekan angka tersebut, pemkot membagi wilayah intervensi bersama Pemerintah Provinsi NTB melalui program Desa Berdaya.
“Kita sinkronkan dengan program provinsi. Sekitar 4 sampai 5 kelurahan diintervensi provinsi, sisanya kita lakukan pembinaan agar penurunan kemiskinan lebih jelas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....