Sipasti Mapan, Jurus Baru Mataram Kendalikan Inflasi
- 11 Agt 2026 15:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Kota Mataram menyiapkan inovasi digital untuk memperkuat pengendalian inflasi melalui aplikasi berbasis dashboard Sipasti Mapan (Strategi Kendali Pasokan Pangan Strategis untuk Pengendalian Inflasi Daerah Kota Mataram).
Aplikasi ini ditargetkan diluncurkan pada momentum HUT ke-33 Kota Mataram, 31 Agustus 2026, dengan mengintegrasikan data harga, stok, pasokan, dan distribusi komoditas pangan dalam satu sistem.
Asisten II Setda Kota Mataram H. Miftahurrahman mengatakan Sipasti Mapan akan menjadi instrumen pemerintah untuk membaca potensi gejolak pangan lebih cepat sebelum berdampak terhadap inflasi.
“Sipasti Mapan dirancang untuk mengawasi pergerakan harga, stok, pasokan hingga rantai distribusi komoditas pangan bergejolak yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” katanya, Selasa 11 Agustus 2026.
Keunggulan utama sistem tersebut berada pada fitur early warning system yang memberikan tiga indikator risiko, yakni normal, waspada, dan risiko tinggi, dengan penanda warna hijau, kuning, dan merah. Ketika indikator berubah, pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dapat segera menentukan langkah antisipasi.
"Kita bisa antisipasi cepat misalnya dengan operasi pasar murah, gerakan pangan murah, maupun kegiatan Kopling, sebelum terjadi kelangkaan atau lonjakan harga," kata Miftah sapaan akrabnya.
Menurutnya dashboard Sipasti Mapan dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram dan akan terhubung dengan Command Center serta platform Mataram Pintar. Data harga pangan dari Dinas Perdagangan akan diperbarui setiap hari, sedangkan data pendukung lainnya diperbarui mingguan atau bbulanan
"Sebelum diluncurkan secara penuh, Pemkot Mataram melakukan pilot project di Pasar Mandalika dan Pasar Kebon Roek dengan melibatkan Dinas Perdagangan, Bulog, BPS, dan instansi terkait lainnya." Ujarnya menjelaskan.
Miftahurrahman menilai penyatuan data lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan pengendalian inflasi lebih cepat dan berbasis data. Selama ini informasi pangan masih tersebar di sejumlah OPD dan instansi seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Bulog, BPS, dan Bank Indonesia.
“Tantangan kami saat ini adalah konsolidasi dan sinkronisasi data komoditas dari berbagai sumber agar sesuai dengan format standar dashboard,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....