Udayana dalam Pengawasan, Indikasi Eksploitasi Anak Ditelusuri
- 17 Apr 2026 18:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID,.Mataram — Penanganan dugaan eksploitasi anak di kawasan Udayana menunjukkan pendekatan berbeda. Tidak hanya penegakan aturan, tetapi juga kolaborasi lintas instansi yang menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama.
Kepala Satpol PP Kota Mataram, H.Irwan Rahadi, menegaskan bahwa operasi yang dilakukan merupakan bagian dari kerja terpadu antar lembaga, dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sebagai sektor utama dalam penanganan.
“Ini kegiatan dari Dinas P3A yang berkoordinasi dengan Unit PPA Polresta Mataram. Karena lokasinya berada di aset pemerintah, kami diminta ikut terlibat,” ujarnya, Jumat 17 April 2026.
Menurut Irwan, kompleksitas persoalan di lapangan menuntut penanganan yang tidak parsial. Selain aspek penertiban, langkah penyelamatan dan pembinaan terhadap anak-anak menjadi fokus utama dalam operasi tersebut.
“Penanganan masalah seperti ini harus komprehensif. Anak-anak yang diduga korban eksploitasi sudah kami amankan untuk mendapatkan pembinaan oleh DP3A,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan kawasan Udayana sebagai ruang terbuka publik memang tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai lokasi pelanggaran. Namun, jika terdapat indikasi kuat eksploitasi, pemerintah akan bertindak.
“Kalau dari hasil pemeriksaan lanjutan dugaan tersebut terbukti, maka kami akan lakukan pembersihan di lokasi tersebut,” kata Irwan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan Satpol PP juga berkaitan dengan kewenangan terhadap aset daerah, sehingga langkah pengawasan dan penindakan ke depan menjadi bagian dari tanggung jawab institusinya.
Irwan juga mengingatkan bahwa tidak semua aktivitas anak di kawasan tersebut dapat langsung dikategorikan sebagai pelanggaran. Oleh karena itu, verifikasi dan pendalaman kasus tetap menjadi kunci sebelum mengambil tindakan lanjutan.
“Kalau anak-anak hanya beraktivitas biasa atau nongkrong, tentu tidak bisa langsung disimpulkan terlibat. Tapi yang terindikasi, kita amankan untuk dibina,” ujar Irwan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....