Perjalanan Penuh Proses, Siswi SMKN 1 Lingsar Buktikan Diri di Putri Kebaya NTB 2026

  • 15 Apr 2026 10:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perjalanan menuju panggung Putri Kebaya NTB 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Risti Haura Zulfa. Siswi SMKN 1 Lingsar tersebut berhasil meraih gelar Best Personality di tengah persaingan ketat.

Kompetisi yang diikuti oleh 11 finalis remaja ini menuntut kesiapan mental dan kemampuan komunikasi yang matang. Setiap peserta ditantang untuk menampilkan kepribadian terbaik sekaligus pemahaman terhadap budaya kebaya.

Pada tahap awal, Risti mengaku sempat merasa tidak percaya diri saat harus bersaing dengan peserta lain. Ia melihat kompetitornya memiliki kemampuan yang luar biasa di berbagai bidang.

“Awalnya tentu ada rasa gugup karena harus bersaing dengan peserta lain yang luar biasa,” ungkapnya, Rabu 15 April 2026.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan ritme dan kepercayaan dirinya. Proses seleksi yang dilalui menjadi ruang pembelajaran yang berharga.

“Tapi seiring proses berjalan, saya justru merasa semakin percaya diri,” ujarnya.

Kemampuan public speaking menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Peserta diminta menyampaikan gagasan terkait kebaya dan pelestarian budaya.

“Dalam speech saya, saya lebih fokus mengedukasi anak muda untuk tetap menggunakan kebaya,” ucapnya.

Ia memilih menggunakan bahasa Indonesia agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami. Tema yang diangkat menyoroti rendahnya minat generasi muda terhadap kebaya.

Dalam pandangannya, kebaya memiliki nilai filosofis yang kuat sebagai simbol identitas. Modernisasi dinilai tidak seharusnya menghapus nilai tradisional tersebut.

Risti menilai ajang Putri Kebaya memiliki dampak nyata dalam membangun kesadaran budaya. Peserta dapat menjadi role model bagi lingkungan sekitar.

“Dampaknya cukup besar karena kita bisa mengedukasi masyarakat, terutama anak muda,” jelasnya.

Pengalaman selama kompetisi juga membentuk karakter Risti menjadi lebih komunikatif. Ia belajar bagaimana berinteraksi dengan berbagai kalangan.

“Pengalaman ini sangat membantu saya menjadi pribadi yang lebih komunikatif,” ungkapnya.

Ia juga mengaku lebih memahami makna kebaya secara mendalam setelah mengikuti ajang tersebut. Proses ini membantunya melihat budaya dari perspektif yang lebih luas.

Ke depan, Risti berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Ia ingin lebih banyak remaja terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....