Sambang LINMAS: Cara Satpol PP NTB Menyapa Garda Terdepan dari Desa
- 15 Apr 2026 09:13 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sambang LINMAS
- Satpol PP NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih turun langsung ke lapangan. Lewat program bertajuk Sambang LINMAS, aparat tidak lagi sekadar menunggu laporan, tetapi menyambangi anggota Satuan Pelindungan Masyarakat (LINMAS) di desa dan kelurahan.
Program ini diperkenalkan sebagai akronim dari Selesaikan Masalah Bersama Anggota LINMAS. Kepala Satpol PP NTB, Nunung Triningsih, menyebut pendekatan ini sebagai upaya mendekatkan pemerintah dengan para penjaga ketertiban di tingkat akar rumput.
“Pendekatan kita langsung ke lapangan, mendengar persoalan mereka, lalu mencari solusi bersama,” kata Nunung di ruang kerjanya, Selasa, 14 April 2026.
Di balik program ini, ada kesadaran lama yang kembali ditegaskan: LINMAS adalah garda terdepan. Mereka hadir dalam banyak situasi dari menjaga ketenteraman lingkungan, membantu penanganan bencana, hingga mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Satpol PP melihat, peran itu belum sepenuhnya diimbangi dengan ruang komunikasi yang memadai. Sambang LINMAS, dalam hal ini, menjadi jembatan. Aparat provinsi turun langsung, mendengar, sekaligus memetakan persoalan di tingkat bawah.
Nunung menilai, keterlibatan LINMAS tak bisa dipinggirkan. Apalagi mereka turut bersentuhan dengan berbagai program strategis, mulai dari Standar Pelayanan Minimal (SPM), Gerakan Indonesia Bersih, hingga pengamanan pemilu.
“Mereka yang paling dekat dengan kondisi sosial masyarakat,” ujarnya.
Sepanjang 2026, program ini baru menjangkau empat titik: Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Total 40 anggota LINMAS telah disambangi.
Jumlah itu memang kecil dibanding total kekuatan LINMAS di NTB yang mencapai sekitar 13 ribu orang. Namun Satpol PP menyebut langkah ini sebagai tahap awal lebih untuk memotret kesiapan sebelum intervensi lanjutan dilakukan.
Program ini juga disandingkan dengan agenda Desa Berdaya, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB. Di desa-desa tersebut, LINMAS diharapkan tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menopang upaya pengentasan kemiskinan.
Bagi Satpol PP, stabilitas keamanan bukan sekadar urusan ketertiban. Ia menjadi prasyarat pembangunan.
“Tanpa kondisi yang aman dan kondusif, upaya pengentasan kemiskinan akan sulit tercapai,” kata Nunung.
Ke depan, intervensi yang disiapkan bukan hanya kunjungan. Satpol PP merencanakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi anggota LINMAS, terutama di desa-desa prioritas.
“Sekarang baru kita sambangi untuk melihat kesiapan. Mudah-mudahan Juni sudah bisa mulai pelatihan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....