Moderasi Beragama sebagai Spirit Mewujudkan Jagadhita dan Keharmonisan Sosial

  • 14 Apr 2026 11:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Moderasi beragama menjadi kunci penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan sejahtera. Hal tersebut mengemuka dalam program Obrolan Beranda Astacita yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Mataram, Selasa 14 April 2026 pukul 10.00–11.00 Wita, dengan tema Moderasi Beragama sebagai Spirit untuk Mewujudkan Jagadhita.

Sekum Pokjaluh Agama Hindu Indonesia, I Made Sri Wirdiata, S.Sos., H. ST., M.I.Kom., menegaskan bahwa program Astacita menjadi sarana yang efektif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama dalam meningkatkan toleransi dan menjaga keharmonisan.

“Syarat damai itu adalah tidak berkonflik untuk mencapai keharmonisan. Definisi Jagadhita adalah kondisi damai, sejahtera, dan bahagia, yang dapat diwujudkan melalui saling pengertian antar sesama,” jelasnya.

Ia menambahkan, moderasi beragama memiliki tujuan utama untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama melalui sikap toleransi. Dalam praktiknya, terdapat empat prinsip utama moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya lokal atau tradisi setempat.

Menurutnya, penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk membangun tatanan masyarakat yang harmonis. Komitmen kebangsaan, misalnya, menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta memperkuat rasa cinta tanah air di tengah keberagaman.

“Semua agama di Indonesia mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan. Komitmen kebangsaan ini menjadi salah satu prinsip moderasi beragama yang mampu mengerem tindakan kelompok yang berpotensi mencederai keutuhan NKRI,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya sikap anti kekerasan, baik dalam kehidupan nyata maupun di media sosial. Menahan diri dari provokasi dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kondusivitas masyarakat.

“Dalam ajaran sastra Hindu, kita diajarkan untuk mencintai tanah air atau dharma negara, serta menjunjung tinggi nilai anti kekerasan. Ini harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sebagai bagian dari Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu Indonesia, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk terus mensosialisasikan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat sebagai pedoman dalam menjaga keharmonisan sosial.

Melalui program seperti Astacita, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya saling menguatkan, mengingatkan, serta menjaga toleransi demi terwujudnya kehidupan yang damai dan sejahtera atau Jagadhita. (Joe/RRI)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....