Bhayangkari NTB Perkuat Literasi AI lewat Webinar Generasi AI Nusantara

  • 14 Apr 2026 07:04 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah derasnya arus digitalisasi terus didorong Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat melalui peningkatan literasi kecerdasan buatan (AI) dan pengelolaan keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan webinar bertajuk “Generasi AI Nusantara” yang diikuti ribuan peserta dari seluruh wilayah NTB.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari ke-46 tahun 2026 ini tidak hanya menjadi forum edukasi, tetapi juga ruang konsolidasi peran perempuan dalam menghadapi perubahan zaman yang kian cepat dan kompleks.

Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Uty Edy Murbowo, menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, Bhayangkari harus berada di garda depan dalam memahami sekaligus memanfaatkannya secara bijak.

“Kita tidak boleh tertinggal oleh perkembangan teknologi. Bhayangkari harus adaptif, cerdas memanfaatkan AI, dan mampu memastikan keluarga tetap memiliki ketahanan ekonomi yang kuat,” ujarnya saat membuka kegiatan di Gedung Rupatama Polda NTB, Rabu 8 April 2026.

Ia menambahkan, AI memiliki potensi besar untuk membantu berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan hingga pengelolaan aktivitas sehari-hari. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat risiko yang harus diantisipasi bersama.

“Kecerdasan buatan ibarat dua mata pisau. Jika dimanfaatkan dengan benar, akan sangat membantu. Tetapi jika disalahgunakan, bisa berdampak negatif, bahkan merusak keharmonisan keluarga,” katanya.

Webinar ini diikuti sekitar 1.300 peserta yang berasal dari 162 ranting atau polsek dan 10 cabang atau polres se-NTB. Para peserta mengikuti kegiatan secara daring maupun luring dengan antusiasme tinggi, menunjukkan besarnya perhatian terhadap isu literasi digital dan keuangan.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Susan Novita menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam membentuk generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga kreatif dan kritis. Menurutnya, pendekatan pendidikan harus berubah seiring perkembangan zaman.

“Guru saat ini tidak cukup hanya menjadi penyampai materi. Mereka harus menjadi fasilitator yang mampu mendorong kreativitas dan pemikiran kritis. Anak-anak kita adalah generasi yang akan menciptakan inovasi, bukan sekadar pengguna teknologi,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pendidik di lingkungan Yayasan Kemala Bhayangkari NTB yang dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan literasi AI sejak dini.

Sementara itu, narasumber Yan Anjas Pratama menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan keluarga sebagai fondasi ketahanan ekonomi. Ia menilai masih banyak keluarga yang belum memiliki perencanaan keuangan yang baik, sehingga rentan terhadap tekanan ekonomi.

“Pengelolaan keuangan harus dimulai dari hal sederhana, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengendalikan konsumsi, hingga memahami produk keuangan yang aman dan legal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta praktik judi online yang kian berkembang di era digital.

Menurutnya, literasi keuangan yang baik dapat menjadi benteng utama dalam melindungi keluarga dari berbagai risiko ekonomi yang merugikan.

Dalam konteks tersebut, Bhayangkari dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga besar Polri maupun masyarakat luas. Melalui edukasi yang berkelanjutan, Bhayangkari diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mencegah dampak negatif teknologi.

Kegiatan ini turut dipandu oleh Ny. Heny Agus Purwanta yang menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, teknologi, dan pengelolaan sumber daya manusia dalam keluarga.

“Ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi, tetapi juga kualitas pengasuhan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan,” ujarnya.

Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa isu yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Namun demikian, tantangan ke depan tidak hanya pada pemahaman, melainkan bagaimana mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Bhayangkari NTB menegaskan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak literasi dan pemberdayaan perempuan di era digital. Dengan kombinasi kecakapan teknologi dan pengelolaan keuangan yang baik, diharapkan akan lahir keluarga-keluarga tangguh yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....