Sinta Didaulat sebagai Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia NTB

  • 14 Apr 2026 06:58 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Sinta M. Iqbal
  • Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia NTB
  • Kanker

RRI.CO.ID, Mataram - Kasus kanker masih menjadi salah satu dari tiga penyakit katastropik dengan angka tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Provinsi NTB kini memperkuat upaya penanganannya melalui kolaborasi lintas sektor.

Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal, didaulat sebagai Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) NTB periode 2026–2030. Penunjukan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan bagi pasien kanker.

“Pelantikan rencananya Jumat, 17 April. Pemerintah provinsi bersama seluruh stakeholder kesehatan, termasuk PKK, akan bersinergi dengan YKI NTB dalam penanganan kanker,” ujar Sinta di Pendopo Gubernur di Mataram, Senin, 13 April 2026.

Sekretaris YKI NTB, Ramses Indriawan, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah tersebut. Menurut dia, YKI diharapkan mampu menjadi jembatan bagi pasien kanker untuk memperoleh layanan pengobatan yang lebih dekat dan terjangkau.

“YKI diharapkan bisa membantu pasien kanker agar tidak harus jauh-jauh berobat, cukup di rumah sakit yang sudah memiliki layanan penanganan kanker,” kata Ramses.

Salah satu program yang disiapkan pengurus baru adalah pembangunan rumah singgah bagi pasien dari luar Pulau Lombok. Selama ini, fasilitas serupa masih tersebar dan dikelola masing-masing kabupaten/kota.

Rumah singgah khusus pasien kanker itu nantinya akan terintegrasi dengan sistem pelayanan medis di rumah sakit, termasuk dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). Dokter ini berperan sebagai koordinator utama yang memastikan kesinambungan layanan, mulai dari diagnosis hingga pasien menyelesaikan pengobatan.

Selain layanan kuratif, YKI NTB juga akan memperkuat program promotif dan edukatif. Upaya pencegahan dinilai penting mengingat kanker, bersama penyakit jantung dan ginjal, masih menjadi tiga besar penyakit katastropik dengan beban pembiayaan terbesar.

Ramses menambahkan, kasus kanker payudara masih mendominasi di NTB. Penanganannya tidak hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga menguras tenaga dan pikiran pasien serta keluarga.

“Harapannya, kepengurusan baru YKI NTB bisa menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan menyeluruh bagi masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....