Juknis SPMB 2026 Rampung, Dikpora NTB Janjikan Minim Temuan

  • 13 Apr 2026 15:39 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)
  • Tahun Ajaran 2026/2027
  • Dikpora NTB

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) memastikan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 telah rampung. Dokumen tersebut segera disosialisasikan kepada masyarakat dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dikpora NTB, Muazam, mengatakan penyusunan juknis dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk Unit Pelaksana Teknis pusat di daerah serta Ombudsman. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi persoalan yang kerap muncul pada pelaksanaan penerimaan siswa baru di tahun-tahun sebelumnya.

“Koordinasi ini penting agar temuan-temuan sebelumnya bisa diminimalisir. Kami berharap pelaksanaan tahun ini lebih baik dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Muazam saat ditemui di kantornya, Senin, 13 April 2026.

Menurutnya, secara umum tidak ada perubahan signifikan dalam aturan dasar SPMB tahun ini. Kebijakan masih mengacu pada regulasi sebelumnya, termasuk pembagian jalur penerimaan siswa. Jalur afirmasi, domisili, mutasi, dan prestasi tetap menjadi skema utama dengan komposisi kuota yang tidak jauh berbeda dari tahun lalu.

Pada jalur domisili, misalnya, sistem seleksi tetap mengutamakan jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah tujuan. Sistem dalam aplikasi telah disetel untuk memprioritaskan pendaftar dengan jarak terdekat. Namun, keterbatasan daya tampung sekolah tetap menjadi faktor penentu.

“Kalau daya tampung sekolah hanya 100 sementara pendaftar 200, tentu tidak bisa dipaksakan. Karena itu, kami siapkan alternatif sekolah lain yang masih terjangkau dari domisili siswa,” kata Muazam.

Ia menambahkan, orang tua diharapkan aktif memantau proses pendaftaran. Jika tidak tertampung di pilihan pertama, calon siswa dapat mencabut berkas dan mendaftar ke sekolah lain yang masih memiliki kuota.

Di sisi lain, Dikpora NTB mengakui persepsi masyarakat terhadap “sekolah favorit” masih menjadi tantangan. Meski pemerintah telah mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui berbagai program, perubahan pola pikir publik dinilai membutuhkan waktu.

“Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menyamaratakan mutu pendidikan. Sekarang sudah mulai terlihat, perwakilan daerah di ajang nasional tidak lagi didominasi sekolah tertentu,” ujarnya.

Untuk tahapan pelaksanaan, SPMB akan diawali dengan pra-pendaftaran pada akhir Mei 2026. Sementara pendaftaran resmi dijadwalkan mulai 2 Juni 2026, dimulai dari jalur afirmasi, disusul jalur prestasi dan jalur lainnya.

Dikpora NTB juga berkomitmen membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Seluruh proses, kata Muazam, dilakukan secara transparan dan tanpa biaya.

“Kami ingin memastikan semua calon peserta didik mendapat kesempatan yang adil. Tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau tidak favorit, karena mutu pendidikan terus kami upayakan merata,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....