Membangun NTB lewat Inovasi
- 08 Apr 2026 15:34 WIB
- Mataram
Poin Utama
- NTB
- Inovasi
- BRIDA NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menaruh harapan besar pada inovasi sebagai mesin penggerak pembangunan. Di tengah keterbatasan sumber daya, pendekatan berbasis riset dinilai menjadi jalan keluar untuk menjawab persoalan lintas sektor dari lingkungan hingga ekonomi masyarakat.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB menjadi simpul dari upaya tersebut. Lembaga ini tidak hanya merancang kebijakan, tetapi juga mendorong partisipasi publik dalam melahirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung.
Sejumlah program unggulan kini tengah dikembangkan. Di antaranya teknologi pengolahan air lindi di Tempat Pembuangan Akhir Kebon Kongok, prototipe biodigester untuk menghasilkan gas rumah tangga dalam mendukung program Desa Berdaya, hingga aplikasi efisiensi kebutuhan obat bertajuk Rossi Mandalika. BRIDA juga mengembangkan komoditas kurma di lahan kering, inovasi kosmetika lokal, serta mesin industri kecil menengah (IKM) yang mulai menembus pasar global.
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan inovasi tidak lagi bersifat elitis. Menurut dia, banyak gagasan justru lahir dari masyarakat dan difasilitasi agar dapat diterapkan secara luas.
“Partisipasi masyarakat dalam riset dan inovasi cukup tinggi. Tugas kami adalah mendorong, memfasilitasi, dan mempercepat implementasinya,” kata Aryadi di kantor BRIDA NTB, Lombok Barat, Rabu, 8 April 2026.
Selain itu, BRIDA juga mendorong konversi kendaraan listrik dengan meningkatkan kompetensi bengkel konversi milik SMK. Program ini melengkapi kebijakan sebelumnya berupa bantuan gerobak listrik gratis bagi pelaku UMKM.
Dari total 139 inovasi yang tercatat, sebanyak 38 di antaranya telah memiliki lisensi hak kekayaan intelektual (HAKI) dan dinilai berpotensi langsung mendongkrak ekonomi masyarakat. Sejumlah riset juga menyasar persoalan sosial-budaya, termasuk kajian olahraga tradisional presean yang berbasis data lapangan.
Aryadi menegaskan, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data dan riset yang menjadi dasar kebijakan. “Kalau ingin kebijakan berhasil, maka harus berbasis riset dan data, terutama untuk mendukung program strategis pemerintah daerah,” ujarnya.
Secara kelembagaan, capaian BRIDA NTB terbilang positif. Indeks Inovasi Daerah NTB tercatat berada pada kategori “sangat inovatif” dengan skor 73,25. Sementara Indeks Daya Saing Daerah mencapai 3,53, melampaui rata-rata nasional. Meski begitu, pilar dinamika bisnis masih menjadi pekerjaan rumah, terutama dalam penguatan teknologi informasi dan infrastruktur.
Tahun ini, BRIDA merancang sejumlah agenda lanjutan. Mulai dari sayembara inovasi bagi peneliti muda, pengembangan gerobak listrik, pembangunan laboratorium kultur jaringan untuk bibit unggul kurma Rinjani, hingga riset stunting dan evaluasi program makan bergizi gratis. Pelatihan teknis seperti CNC, cutting, bending, dan printing juga disiapkan untuk memperkuat kapasitas industri lokal.
Atas kinerjanya, BRIDA NTB meraih penghargaan Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penghargaan ini diberikan atas peran strategis lembaga tersebut dalam mengintegrasikan riset ke dalam kebijakan pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....