Pemprov NTB Pastikan Harga Bahan Pokok Aman Selama Musim Haji

  • 07 Apr 2026 13:06 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Lebaran Haji
  • Harga Bahan Pokok
  • Idul Adha 1447 H

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan harga kebutuhan pokok selama musim haji tetap aman dan terkendali. Antisipasi dilakukan dengan pola yang sama seperti saat menghadapi lonjakan permintaan pada momentum hari besar keagamaan sebelumnya.

‎Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi Kusuma, menjelaskan musim haji merupakan bagian dari rangkaian periode hari besar keagamaan yang berkaitan erat dengan Idul Adha. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan langkah pengendalian sejak dini untuk mencegah gejolak harga.

‎“Skemanya hampir sama seperti saat menjelang Idul Fitri kemarin. Kami sudah lakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi fluktuasi harga yang terlalu tinggi,” jelas Irnadi kepada RRI Mataram, Selasa, 7 April 2026.

‎Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah pusat untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional tetap terjaga. Pengawasan diperkuat melalui tim khusus yang melibatkan aparat kepolisian untuk memantau distribusi dan mencegah praktik spekulasi.

‎“Tim ini akan standby, memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan tidak ada permainan harga di lapangan,” ujarnya.

‎Pola konsumsi masyarakat selama musim haji, kata Irnadi komoditas yang paling rentan mengalami kenaikan adalah ternak, terutama menjelang Idul Adha. Sementara itu, kebutuhan pokok lain seperti beras dan gula dinilai relatif stabil.

‎“Kalau daging justru tidak terlalu jadi persoalan, karena saat Idul Adha biasanya masyarakat sudah tercukupi. Yang cenderung naik itu harga ternak,” ujarnya.

‎Adapun terkait intervensi pasar, pemerintah tidak serta-merta menggelar operasi pasar murah. Kebijakan tersebut bersifat situasional, bergantung pada kondisi di lapangan.

‎“Operasi pasar dilakukan jika memang ada wilayah yang sangat membutuhkan. Kalau harga masih stabil dan stok mencukupi, maka tidak perlu intervensi,” kata Irnadi.

‎Berdasarkan pantauan terbaru, ia memastikan belum ada kenaikan harga yang signifikan di pasar. Hanya saja, sempat terjadi gangguan pada pasokan energi, khususnya gas, yang kini telah dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk segera diatasi.

‎Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Irnadi menilai pola konsumsi masyarakat sudah semakin matang dalam menghadapi momentum musiman seperti ini.

‎“Ini agenda rutin setiap tahun. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berbelanja. Pemerintah akan terus mengawal agar harga tetap stabil,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....