Bulog NTB Tancap Gas Serap Hasil Panen, Capai 29,26 Persen dari Target 2026

  • 07 Apr 2026 11:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat penyerapan hasil panen petani melalui strategi jemput bola di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Langkah ini dilakukan guna mengejar target ambisius penyerapan tahun 2026 sebesar 240.661 ton setara beras.

Hingga awal April 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 70.428 ton atau sekitar 29,26 persen dari total target tahunan. Capaian ini dinilai positif seiring dengan berlangsungnya musim panen yang semakin merata di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa.

Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan tren penyerapan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami melakukan penyerapan langsung ke petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melalui Tim Jemput Pangan Bulog serta bersinergi dengan penggilingan lokal. Harga beli yang kami tetapkan sesuai regulasi pemerintah, yaitu Rp 6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP),” ujarnya, Selasa 7 April 2026.

Menurutnya, harga tersebut merupakan level yang kompetitif dan mampu menutup biaya operasional petani. Selain itu, kehadiran Bulog juga berperan sebagai penyangga harga agar petani tidak menjual gabah di bawah standar.

“Dengan adanya Bulog, harga Rp 6.500 per kilogram menjadi patokan minimum sehingga petani berpeluang mendapatkan harga jual yang lebih baik,” tambahnya.

Keberhasilan penyerapan ini, lanjut Siregar, tidak lepas dari sinergi antara Bulog dengan pemerintah daerah, aparat TNI melalui Babinsa, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Dari sisi stok, Bulog NTB saat ini menguasai sekitar 193.000 ton setara beras. Cadangan tersebut tersimpan di 16 gudang induk dan 85 gudang sewa yang tersebar di seluruh wilayah NTB.

Seiring masih berlangsungnya masa panen dan penyerapan yang terus berjalan, jumlah stok diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat.

Bulog memastikan kondisi cadangan pangan di NTB dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. “Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras di seluruh wilayah NTB saat ini lebih dari cukup,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....