Pemkab Dompu Antisipasi Lonjakan LPG dan Stabilitas Bapok saat Musim Haji
- 07 Apr 2026 08:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan gas LPG tetap aman selama musim haji 2026. Langkah antisipatif dilakukan menyusul potensi lonjakan konsumsi masyarakat, terutama untuk gas LPG.
Kepala Bidang Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Dompu, Sri Astuti Mulyanti, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan LPG di wilayah Dompu.
Menurutnya, tambahan alokasi LPG tersebut diberikan guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim haji.
Hal ini penting, mengingat aktivitas sosial dan konsumsi rumah tangga cenderung meningkat pada periode tersebut.
“Pertamina sudah menambah suplai dari kuota yang dialokasikan untuk Kabupaten Dompu,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Sebelumnya, alokasi LPG untuk Kabupaten Dompu pada 2026 sempat mengalami penurunan sekitar 1.095 metrik ton dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 5.590 metrik ton.
| Baca juga: Jangan Ganggu Hutan Tangkapan Hujan |
Namun, Pemerintah Kabupaten Dompu telah mengajukan surat permohonan penambahan kuota sejak awal Ramadan.
Hingga saat ini, tambahan alokasi tersebut masih terus diberikan guna menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
"Maklum, sekarangkan banyak orang doa tasyakuran haji. Jadi butuh LPG lebih," katanya.
Sementara itu, dari hasil pantauan di lapangan, harga kebutuhan pokok selama musim haji relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan pasca Ramadan dan Idulfitri. Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga.
Harga telur ayam misalnya, mengalami kenaikan dari Rp53 ribu per krat saat Ramadan menjadi Rp56 ribu per krat. Selain itu, minyak goreng kemasan bermerek juga mengalami kenaikan dari Rp18 ribu menjadi Rp21 ribu per liter.
Kenaikan harga minyak goreng tersebut tidak hanya terjadi pada produk bermerek, tetapi juga pada minyak goreng bersubsidi Minyak Kita. Di tingkat agen, harga yang seharusnya dijual Rp15.600 per liter, kini mencapai Rp21 ribu per liter.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan penimbunan, agar stabilitas harga dan ketersediaan barang tetap terjaga selama musim haji berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....