Anggaran Tertekan, Penanganan Sampah Tetap Prioritaskan di RKPD 2027
- 06 Apr 2026 17:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Di tengah penurunan transfer anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Mataram tetap menempatkan sektor penanganan sampah sebagai prioritas utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Fokus pembangunan diarahkan pada percepatan program “Mataram Harum” sebagai bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025–2029.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Bramantio Ganeru, menegaskan tahun 2027 menjadi fase krusial dalam mendorong capaian program prioritas tersebut.
“Tahun 2027 itu bisa dibilang percepatan. Bagaimana target 2029 bisa kita capai, terutama program Mataram Harum yang menjadi visi kepala daerah,” ujarnya, Senin 6 April 2026.
Kebijakan ini disiapkan dalam perencanaan pembangunan Kota Mataram tahun 2027, yang merupakan tahun ketiga dari periode RPJM 2025–2029.Meski kondisi fiskal daerah mengalami tekanan akibat penurunan transfer pada 2026, sektor persampahan dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan pelayanan publik.
"Program ini juga telah masuk dalam perencanaan sejak awal masa kepemimpinan wali kota, sehingga tidak dapat ditunda," katanya.
Pemkot Mataram memberikan “proteksi khusus” pada anggaran operasional penanganan sampah agar tetap berjalan optimal, meskipun sektor lain harus menyesuaikan dengan keterbatasan fiskal.
Di sisi lain, pemerintah daerah didorong untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan. Skema pembiayaan inovatif (creative financing) mulai menjadi perhatian, termasuk optimalisasi pendapatan daerah dan pengelolaan anggaran yang lebih efektif.
“Kita harus berpikir kreatif, bagaimana pendapatan daerah bisa ditingkatkan, tidak hanya dari cara memperoleh, tapi juga bagaimana mengelola dan menggunakannya secara tepat,” jelasnya.
Selain sektor persampahan, berbagai indikator makro dan sektoral lainnya tetap menjadi perhatian agar seluruh target pembangunan dapat berjalan seimbang.
"Kami optimistis, dengan strategi percepatan dan inovasi pembiayaan, target pembangunan hingga 2029 tetap dapat tercapai meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....