Fenomena El Nino Godzilla, Dinas Pertanian Bima Lakukan Ini
- 06 Apr 2026 14:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Fenomena El Nino Godzilla akan menyasar sejumlah wilayah di Indonesia pada pertengahan tahun 2026. Termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat. Hadirnya fenomena tersebut bisa berdampak terhadap pertanian masyarakat , kekeringan, rawan kebakaran, kekurangan air bersih dan masih banyak lainnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mengantisipasi musim kemarau panjang yang diperkirakan mulai April 2026. Yakni memastikan infrastruktur, seperti irigasi dapat memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Bima, Ir Muhammad Natsir menyampaikan, kemarau panjang yang akan terjadi tahun 2026 ini pasti akan berdampak pada produksi pertanian.
"Iya benar diprediksi akan terjadi fenomena El Nino Godzilla," kata Muhammad Natsir, Senin 6 April 2026.
Dinas Pertanian pun akan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan panjang. Misalnya, melakukan pemeliharaan atau perbaikan pada embung atau bendungan yang terdampak saat banjir yang terjadi belakangan ini.
Selain itu, kata Natsir, melakukan pemeliharaan terhadap sejumlah drainase yang mengalami sedimentasi saat banjir. Ini untuk memastikan air dapat mengalir ke lahan pertanian.
"Jika kondisi kemarau sangat ekstrim maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan bor air dalam," bebernya.
Pihaknya juga mengharapkan petani dapat menyesuaikan pola tanam dan jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Salah satunya tanaman bawang merah.
"Musim ini kan punya dampak langsung terhadap debit air permukaan dan jangka pendek. Sehingga punya dampak sistem suplai air. Sekarang digelontorkan antispasi itu berupa bantuan mesin pompa yang berbasis pada penggunaan air tanah," ucapnya menegaskan.
Sekedar diketahui, kekeringan ekstrem diprediksi akan terjadi di wilayah selatan Indonesia (Jawa hingga NTT) dan berpotensi mengalami musim kemarau yang jauh lebih kering dan panjang.
Peningkatan suhu udara rata-rata yang signifikan. Risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena masyarakat diminta untuk tetap siaga dan waspada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....