Butuh Respon Cepat, Dorong Bulog Buka Cabang di Dompu
- 06 Apr 2026 12:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendesak Perum Bulog untuk segera membuka cabang tersendiri di wilayah tersebut. Desakan ini muncul karena luasnya cakupan layanan Bulog Cabang Bima yang dinilai menyulitkan penanganan berbagai persoalan di lapangan, khususnya terkait serapan gabah dan jagung petani.
Selama ini, Kabupaten Dompu masih berada dalam wilayah kerja Bulog Cabang Bima bersama Kota dan Kabupaten Bima. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif, mengingat jarak dan beban kerja yang harus ditangani dalam tiga daerah sekaligus.
Asisten Administrasi Pembangunan Setda Dompu, Nukman, saat rapat bersama dengan Bulog, mengatakan, lambatnya respons Bulog kerap terjadi saat muncul persoalan di tingkat petani. Salah satunya ketika tengkulak maupun mitra Bulog melakukan pembelian gabah dan jagung yang tidak sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, Bulog seharusnya hadir sebagai penengah dan memberikan solusi cepat.
“Namun, karena harus menempuh jarak dari Bima ke Dompu, proses penyelesaian seringkali memakan waktu cukup lama,” katanya, Senin, 6 April 2026.
Akibatnya, kata Nukman, petani dirugikan karena harga jual tidak sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Di sisi lain, keberadaan fasilitas Bulog di Kelurahan Dorotangga, Dompu, selama ini hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan.
Fasilitas tersebut tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan atau menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani secara langsung.
Padahal, sebagai lembaga yang mendapat mandat negara, Bulog memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk memastikan serapan gabah dan jagung petani dilakukan sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Dompu berharap, dengan adanya cabang Bulog di Dompu, proses serapan hasil pertanian dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan kepastian harga dan perlindungan bagi petani di daerah tersebut.
Terakhir, Puluhan petani padi di Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja spontan melakukan aksi blokir jalan pada Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 21.30 WITA. Aksi itu dipicu oleh tidak adanya pembeli gabah sejak Lebaran Idulfitri,sehingga memicu penumpukan gabah.
Massa membakar ban bekas di jalan depan Masjid Qusurul Jannah, Kelurahan Kandai Dua dan menutup jalan dengan sepeda motor, agar tidak bisa dilewati kendaraan. Mobil truk yang mengangkut gabah dan hendak melintas, juga nyaris jadi sasaran amukan warga.
Aksi ini akhirnya bisa kendalikan dan tidak sampai menimbulkan tindakan anarkis. Ketiga truk itupun terpaksa disuruh putar balik ke arah Terminal Ginte dan menuju arah Sumbawa melalui Jalan Ompu Biko.
Padi itu dikabarkan hendak dibawa ke Sumbawa oleh pemiliknya, karena gudang–gudang di Dompu tidak mampu dengan cepat menampung gabah petani. Kondisi ini menyebabkan antrian panjang kendaraan truk pengangkut gabah di sejumlah gudang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....