NTB Tembus Dua Besar Nasional Indeks Minat Baca

  • 01 Apr 2026 22:59 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • NTB
  • Minat Baca
  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB

‎RRI.CO.ID, Mataram - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat lonjakan signifikan dalam indeks minat baca nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 yang bersumber dari Perpustakaan Nasional, NTB menempati posisi kedua secara nasional dengan skor 61,19 poin.

‎Capaian tersebut menempatkan NTB tepat di bawah Nusa Tenggara Timur yang meraih 62,05 poin, serta melampaui Sumatera Selatan dengan 60,86 poin. Hasil ini sekaligus menandai keberhasilan strategi literasi yang dibangun secara berjenjang, dari desa hingga ranah digital.

‎Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Ashari, mengatakan peningkatan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja kolektif lintas sektor. Pemerintah daerah, sekolah, komunitas, hingga keluarga disebut berperan dalam membangun kebiasaan membaca di masyarakat.

‎“Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan literasi kita sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

‎Menurut Ashari, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan bacaan, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Salah satunya melalui gerakan literasi berbasis masyarakat seperti program NTB Terampil dan Tangkas, yang dijalankan lewat advokasi, sosialisasi, hingga kegiatan Kemah Literasi.

‎Di tingkat akar rumput, penguatan juga dilakukan melalui pembinaan perpustakaan di kabupaten/kota, sekolah, dan desa. Berbagai kompetisi literasi turut digelar, mulai dari lomba resensi buku, video literasi, hingga lomba bertutur, sebagai upaya menumbuhkan minat baca secara kreatif.

‎Upaya pelestarian literasi lokal juga menjadi perhatian. Pemerintah Provinsi NTB bekerja sama dengan Museum NTB dalam mendata dan mendigitalisasi naskah kuno. Langkah ini ditujukan untuk menjaga sekaligus memperkenalkan warisan intelektual daerah kepada generasi muda.

‎Secara kebijakan, penguatan literasi diperluas melalui surat edaran gubernur yang mendorong peningkatan indeks literasi dan kegemaran membaca. Peran Bunda Literasi dan komunitas lokal juga diperkuat sebagai penggerak di tingkat masyarakat.

‎Akses terhadap bahan bacaan pun terus diperluas melalui Gerakan Hibah Sejuta Buku (Hibah Saku). Hingga kini, sebanyak 840 desa dan kelurahan telah memiliki perpustakaan dari total 1.166 wilayah administratif. Secara keseluruhan, terdapat 4.340 unit perpustakaan dan 166 komunitas literasi yang aktif di NTB.

‎Di sisi lain, transformasi digital menjadi bagian penting dari strategi literasi daerah. NTB mengembangkan koleksi deposit hingga 12.016 judul, menyediakan 964 judul dalam platform e-book NTB e-Library, serta katalog daring dengan lebih dari 68 ribu koleksi.‎

‎Pemerintah daerah juga memperkenalkan inovasi Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA), yang menggabungkan aktivitas membaca dengan pendekatan budaya lokal seperti permainan tradisional, membaca nyaring, dan mendongeng untuk anak-anak.

‎Ashari menegaskan, capaian ini akan menjadi pijakan untuk memperluas literasi sebagai bagian dari budaya, bukan sekadar indikator statistik. “Literasi harus hidup dalam keseharian masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....