Status Waspada Gunung Tambora Belum Bisa Dicabut

  • 01 Apr 2026 09:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Aktivitas vulkanik di kawasan kaldera Gunung Tambora, khususnya di Doro Afi Toi dan Doro Api Bou, hingga saat ini masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut membuat status waspada yang sebelumnya ditetapkan belum memungkinkan untuk dicabut.

Pengamat Pos Pengamatan Gunungapi Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Rasyidin, menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan vulkanik dalam masih cukup intens terjadi.

“Berdasarkan pemantauan, kegempaan vulkanik dalam yang terekam mencapai 29 kali kejadian. Gempa ini terjadi pada kedalaman sekitar 2.000 meter ke bawah,” katanya, dihubungi dari Dompu, Rabu, 1 April 2026.

Ia menerangkan, aktivitas kegempaan vulkanik dalam tersebut berkaitan dengan pergerakan magma di dalam perut bumi.

Sementara itu, aktivitas penyemburan magma umumnya dipicu oleh kegempaan vulkanik dangkal atau vulkanik atas.

Menurut Rasyidin, meskipun belum terjadi erupsi, potensi bahaya tetap harus diwaspadai, terutama terkait kemungkinan keluarnya gas berbahaya seperti karbon dioksida (CO2).

“CO2 ini sangat berbahaya karena tidak berwarna dan tidak berbau. Jika terhirup manusia dalam konsentrasi tinggi, bisa menyebabkan hilangnya kesadaran hingga kematian dalam waktu singkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis kaldera Gunung Tambora sebenarnya menjadi perisai alami bagi aktivitas vulkanik di dua bukit tersebut.

Doro Api Toi memiliki ketinggian sekitar 60 meter, sementara Doro Api Bou sekitar 3 meter, sedangkan kedalaman kaldera mencapai kurang lebih 1.300 meter.

“Kaldera ini berfungsi sebagai benteng alami yang menahan dampak langsung aktivitas vulkanik di dalamnya,” katanya.

Meski demikian, dengan masih tingginya aktivitas kegempaan vulkanik dalam, status waspada yang diberlakukan sejak 10 Maret lalu belum dapat diturunkan ke level normal.

Rasyidin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas gunung api. Ia juga menyarankan masyarakat dapat memantau aktivitas gunung api di seluruh Indonesia melalui situs resmi Magma Indonesia.

Akibat kondisi ini, masyarakat diminta untuk tidak mendekati area berbahaya dan tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....